Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pajak Melesat 35 Persen, Pendapatan APBN dari Kaltim Sudah Rp 8,9 Triliun

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:44 WIB
Kepala Kanwil DJPb Kaltim - Tjahjo Purnomo
Kepala Kanwil DJPb Kaltim - Tjahjo Purnomo

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja penerimaan negara di Kalimantan Timur hingga Mei 2026 menunjukkan tren positif. Pendapatan APBN telah mencapai Rp 8,914 triliun atau 20,31 persen dari target tahun ini Rp 43,879 triliun.

Lonjakan penerimaan pajak menjadi penopang utama capaian tersebut, meski sektor kepabeanan masih mengalami tekanan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kalimantan Timur Tjahjo Purnomo menjelaskan, penerimaan negara didominasi pajak dalam negeri yang tumbuh signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Pencairan BLT Bontang Masih Berproses, DSPM Targetkan Rampung Akhir Juni atau Awal Juli

"Capaian tersebut didominasi kinerja pajak dalam negeri yang mencapai Rp 6.545,14 miliar atau tumbuh 35,28 persen secara tahunan, terutama dipengaruhi penurunan restitusi pajak," ungkapnya, Selasa (30/6). Di sisi lain, penerimaan kepabeanan justru masih terkoreksi. Hingga akhir Mei 2026, realisasinya mencapai Rp 1,154 triliun atau turun 16,27 persen secara tahunan.

Penurunan tersebut dipicu melemahnya dua komponen utama. Bea masuk turun 21,92 persen akibat berkurangnya aktivitas impor. Sementara bea keluar menyusut 13,43 persen seiring turunnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global.

Baca Juga: Gangguan PLTGU Belum Pulih, PLN Jadwalkan Pemadaman Terbatas di Sejumlah Kawasan Bontang Siang Ini, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

Meski demikian, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Hingga Mei 2026, PNBP telah terealisasi Rp1,214 triliun atau meningkat 3,70 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Tjahjo, secara umum kondisi fiskal Kaltim masih berada pada jalur yang positif dan mampu menopang aktivitas ekonomi daerah.

"Secara keseluruhan, kinerja fiskal Kaltim hingga Mei 2026 menunjukkan performa yang solid dan resilien. Hal ini mencerminkan peran nyata APBN sebagai motor penggerak utama yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga aktif mendorong momentum pertumbuhan ekonomi regional yang optimistis, inklusif, dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#melesat #apbn #pajak #kaltim