KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja Lapangan Usaha (LU) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan di Kalimantan Timur tetap tumbuh positif pada triwulan I 2026. Namun, lajunya mulai melambat seiring normalisasi produksi tanaman pangan dan hortikultura setelah mencatat pertumbuhan tinggi pada periode sebelumnya. Sektor pertanian tumbuh 4,46 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 7,77 persen.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan, perlambatan tersebut bukan disebabkan penurunan aktivitas pertanian secara keseluruhan. "Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh proses normalisasi kinerja subsektor tanaman pangan dan hortikultura setelah mencatat pertumbuhan yang relatif tinggi pada periode sebelumnya," ujarnya.
Dari sisi kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) Kaltim masih mencatatkan pertumbuhan positif 0,41 persen (yoy). Meski demikian, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,24 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Pihaknya mencatat perlambatan NTP terutama berasal dari subsektor hortikultura. Pada triwulan I 2026, subsektor tersebut mengalami kontraksi 6,77 persen (yoy), berbalik dari triwulan IV 2025 yang masih tumbuh 1,63 persen (yoy). "Perkembangan ini mengindikasikan adanya penyesuaian harga dan pendapatan petani hortikultura seiring normalisasi pasokan dan permintaan pada periode laporan," kata Jajang.
Meski mengalami perlambatan, BI menilai sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Kaltim masih berada pada jalur pertumbuhan positif. Hal itu sekaligus menunjukkan aktivitas sektor primer tetap terjaga meskipun terjadi penyesuaian pada subsektor hortikultura. (*)
Editor : Ismet Rifani