Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekspor Tambang Jadi Penopang, Nilai Ekspor Asli Kaltim Naik Jadi USD1,74 Miliar

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 6 Juli 2026 | 08:04 WIB
KENAIKAN: Nilai ekspor komoditas tambang mencapai USD1.736,06 juta. Meningkat 2,70 persen.
KENAIKAN: Nilai ekspor komoditas tambang mencapai USD1.736,06 juta. Meningkat 2,70 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sektor pertambangan kembali menjadi penggerak ekspor asli Kalimantan Timur. Di tengah melemahnya ekspor hasil industri, kenaikan pengiriman komoditas tambang berhasil mengangkat nilai ekspor asli Kaltim pada Mei 2026 hingga menembus USD1,73 miliar. 

Nilai ekspor asli Kaltim pada Mei 2026 mencapai USD1.736,06 juta. Angka tersebut meningkat 2,70 persen dibandingkan April 2026. "Peningkatan ekspor asli ditopang oleh sektor hasil tambang yang naik 9,38 persen menjadi USD1.333,31 juta dan sektor hasil pertanian yang meningkat 2,90 persen menjadi USD4,62 juta," beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas'ud Rifai.

Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor hasil tambang yang menyumbang 71,12 persen terhadap total ekspor asli Kaltim selama Januari-Mei 2026. Di posisi berikutnya terdapat sektor hasil industri dengan kontribusi 23,91 persen, sedangkan hasil pertanian menyumbang 0,23 persen.

Di sisi lain, sektor hasil industri belum mampu mempertahankan kinerjanya. Pada Mei 2026, nilai ekspor hasil industri turun 26,94 persen dibandingkan April 2026, dari USD466,98 juta menjadi USD341,19 juta.

Mas'ud menjelaskan, secara keseluruhan ekspor nonmigas masih mendominasi struktur ekspor asli Kaltim. Nilainya mencapai USD1.679,12 juta atau sekitar 95,26 persen dari total ekspor asli. Sementara ekspor migas tercatat USD56,94 juta dengan kontribusi 4,74 persen.

Selain diekspor langsung melalui pelabuhan di Kaltim, sebagian komoditas asal Kaltim juga diberangkatkan melalui pelabuhan di provinsi lain. Pada Mei 2026, total nilainya mencapai USD20,38 juta, dengan Jawa Timur menjadi pintu ekspor terbesar senilai USD10,37 juta, disusul DKI Jakarta USD9,63 juta, dan Bali USD0,38 juta. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#BPS KALTIM #Ekonomi Kaltim #kaltim #ekspor