Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi Kaltim Naik Jadi 3,31 Persen, Samarinda Catat Rekor Tertinggi Dipicu Ramadan dan Harga Emas

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 6 Juli 2026 | 17:59 WIB
GLOBAL: Laju inflasi meningkat pada triwulan I salah satunya karena kenaikan harga emas dunia. (ANGGI/KP)
GLOBAL: Laju inflasi meningkat pada triwulan I salah satunya karena kenaikan harga emas dunia. (ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Laju inflasi di Kalimantan Timur meningkat pada triwulan I 2026. Momentum Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri yang mendorong aktivitas belanja masyarakat, ditambah kenaikan harga emas dunia, menjadi faktor utama yang mengerek inflasi di Bumi Etam.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Jajang Hermawan menjelaskan, secara tahunan inflasi Kaltim pada triwulan I 2026 tercatat 3,31 persen (year on year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 yang berada di level 2,68 persen (yoy).

"Inflasi tersebut didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat laju inflasi 15,65 persen (yoy) dengan andil inflasi 1,04 persen (yoy). Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi sebesar 3,35 persen (yoy) dengan andil 1,01 persen (yoy)," bebernya, Senin (6/7).

Meski demikian, kenaikan inflasi tidak berlangsung lebih tinggi karena masih tertahan oleh deflasi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Kelompok tersebut mengalami deflasi 1,06 persen (yoy) dengan andil minus 0,05 persen (yoy).

Baca Juga: Kalahkan Samarinda, Pelabuhan Balikpapan Jadi Pintu Ekspor Terbesar Kaltim Mei 2026

Jajang menjelaskan, tekanan inflasi meningkat seiring bertambahnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Di sisi lain, tekanan juga muncul dari sisi pasokan akibat berkurangnya suplai dari sejumlah daerah sentra produksi.

Selain faktor musiman, harga emas perhiasan turut menjadi penyumbang inflasi. Kenaikan harga emas global membuat komoditas tersebut konsisten menjadi penyumbang inflasi tahunan selama tiga bulan berturut-turut pada periode pelaporan. Dari sisi pasokan, berkurangnya distribusi ayam beku dari Pulau Jawa serta meningkatnya biaya distribusi beras juga ikut memicu kenaikan harga.

Secara regional, seluruh provinsi di Kalimantan mencatat peningkatan inflasi pada triwulan I 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Selatan 4,83 persen (yoy), disusul Kalimantan Tengah 3,85 persen (yoy), Kalimantan Timur 3,31 persen (yoy), Kalimantan Utara 3,12 persen (yoy), dan Kalimantan Barat 2,89 persen (yoy).

Sementara itu, secara spasial hampir seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltim mengalami kenaikan inflasi dibandingkan triwulan sebelumnya, kecuali Kabupaten Berau. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya tekanan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Pada triwulan I 2026, inflasi tertinggi di Kaltim tercatat di Samarinda 3,92 persen (yoy). Disusul Penajam Paser Utara 3,02 persen (yoy) dan Balikpapan sebesar 2,95 persen (yoy). Sementara itu, laju inflasi terendah terjadi di Berau yang tercatat 2,38 persen (yoy). (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Inflasi Kaltim #Bank Indonesia Kaltim