KALTIMPOST.ID-PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (IDX: SBMA) mulai merealisasikan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham pada Rabu (8/7).
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada investor sekaligus mencerminkan kinerja keuangan yang tetap terjaga sepanjang tahun buku 2025.
Pembayaran dividen dilakukan setelah memperoleh persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Perseroan menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 929.926.282 atau setara Rp 1,00 per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 11.792.189.993.
Dividen tersebut dibayarkan kepada para pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) per 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB sesuai jadwal yang telah diumumkan sebelumnya kepada publik.
“Keputusan membagikan sebagian laba bersih sebagai dividen menjadi sinyal bahwa perseroan tetap menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha di masa mendatang,” ucap Direktur Utama PT SBMA Tbk Rini Dwiyanti.
Rini mengatakan pembagian dividen merupakan bentuk penghargaan kepada para investor yang selama ini memberikan kepercayaan terhadap perusahaan.
“Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi Perseroan kepada para pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan. Kami meyakini bahwa dividen bukan sekadar pembagian laba, tetapi juga cerminan komitmen Perseroan dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham,” ujar Rini.
Menurutnya, kebijakan dividen tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Tetapi juga mencerminkan tata kelola perusahaan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika industri, perseroan tetap berupaya menjaga kinerja melalui penguatan fundamental bisnis, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan peluang usaha baru yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan jangka panjang.
“Ke depan, perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, mengembangkan peluang usaha, serta mengoptimalkan kinerja agar mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai investasi yang semakin baik bagi seluruh pemegang saham,” katanya.
Sebagai emiten yang bergerak di sektor gas industri, SBMA memandang prospek industri masih terbuka seiring meningkatnya kebutuhan berbagai sektor manufaktur, konstruksi, kesehatan, hingga energi terhadap pasokan gas industri berkualitas.
Perseroan karena itu akan tetap memfokuskan strategi bisnis pada penguatan bisnis inti, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, serta pengembangan berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Selain memperluas peluang pasar, perusahaan juga berupaya menjaga efisiensi di seluruh rantai operasional agar mampu mempertahankan profitabilitas sekaligus meningkatkan kapasitas untuk menangkap peluang pertumbuhan baru.
Manajemen optimistis strategi tersebut akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan dalam jangka panjang sekaligus memperkuat posisi SBMA sebagai salah satu pemain di industri gas nasional.
Saat ini, PT SBMA Tbk memproduksi dan mendistribusikan berbagai jenis gas industri, mulai asetilena, oksigen, nitrogen, argon, karbon dioksida, helium hingga berbagai gas khusus yang digunakan oleh beragam sektor industri di Indonesia.
Dengan dukungan jaringan distribusi dan komitmen terhadap kualitas produk, keselamatan kerja, serta inovasi layanan, perseroan menargetkan mampu mempertahankan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
“Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah yang konsisten bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (rd)
Editor : Romdani.