KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kinerja impor nonmigas Kalimantan Timur melemah pada Mei 2026. Penurunan terutama dipicu berkurangnya impor mesin dan peralatan mekanis, meski beberapa komoditas seperti pupuk dan mesin elektrik justru mencatat lonjakan.
Nilai impor nonmigas untuk 10 golongan barang utama pada Mei 2026 tercatat USD63,50 juta. Angka tersebut turun 13,58 persen dibandingkan April 2026.
Baca Juga: Jangan Asal Minum, Ini 5 Jus Pilihan Terbaik yang Kaya Antioksidan, Bisa Lawan Penuaan
"Peningkatan nilai impor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang pupuk yang naik USD9,86 juta atau 81,56 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya USD8,01 juta atau 29,89 persen," papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas'ud Rifai.
Nilai impor pupuk meningkat dari USD12,09 juta menjadi USD21,95 juta. Sementara itu, impor mesin dan peralatan mekanis turun dari USD26,80 juta menjadi USD18,79 juta pada Mei 2026. Selain pupuk, kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada golongan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya yang melonjak 100,44 persen menjadi USD4,51 juta, serta korek api, kembang api, dan bahan peledak yang naik 136,36 persen menjadi USD1,82 juta.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan cukup dalam. Impor kapal, perahu, dan struktur terapung menyusut 77,39 persen menjadi USD1,99 juta, sedangkan karet dan barang dari karet turun 62,43 persen menjadi USD2,54 juta.
Baca Juga: Info Lowongan Kerja: SKK Migas Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Pendaftaran hingga 14 Juli
Mas'ud menjelaskan, secara kumulatif Januari-Mei 2026, 10 golongan barang utama masih mendominasi struktur impor nonmigas dengan kontribusi 85,23 persen terhadap total impor nonmigas.
"Golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 35,29 persen terhadap total impor nonmigas," jelasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A