Di antara tamu yang hadir terlihat pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, pemilik Grup Adaro Garibaldi "Boy" Thohir, Axton Salim dari Salim Group, Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie, hingga CEO Surya Citra Media (SCTV) Sutanto Hartono.
Dalam seremoni pembukaan perdagangan, Haji Isam ikut mendampingi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menekan tombol pencatatan saham perdana.
Baca Juga: Diisukan Mundur, Jampidsus Febrie Adriansyah Tegaskan Masih Terima Perintah Tangani Kasus Korupsi
Raffi mengungkapkan Haji Isam merupakan salah satu pemegang saham RANS dengan kepemilikan sekitar 1 persen sekaligus sosok yang banyak memberikan arahan dalam perjalanan bisnisnya.
Menurut Raffi, kehadiran Haji Isam menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kreatif Indonesia serta memberi semangat bagi RANS untuk terus berkembang sebagai perusahaan terbuka.
Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar.
Antusiasme investor langsung terlihat pada hari pertama perdagangan. Harga saham RANS dibuka di level Rp228 per lembar atau melonjak sekitar 34,12 persen dari harga penawaran sehingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengatakan langkah menjadi perusahaan terbuka merupakan bagian dari upaya membawa bisnis berbasis ekonomi kreator menuju perusahaan yang dikelola secara profesional, transparan, dan memiliki tata kelola yang baik.
Baca Juga: Pengakuan Jampidsus Febrie soal Uang di Rumah Sentul: Ada Pemilik, Siap Dibuktikan Secara Hukum
Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi bisnis, di antaranya penyelenggaraan konser, akuisisi mayoritas saham PT Rans Kosmetika Indonesia, pengembangan wahana bermain Cipungland, investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI), pelunasan sebagian pinjaman investasi, serta penambahan modal kerja anak usaha.
Editor : Uways Alqadrie