KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tak hanya meningkatkan jumlah tamu yang menginap, liburan sekolah turut mendongkrak pendapatan hotel dari berbagai lini usaha. Mercure-Ibis Hotel Samarinda mencatat kenaikan pendapatan 5-10 persen dibandingkan periode normal seiring meningkatnya okupansi dan konsumsi tamu selama masa liburan.
General Manager Mercure-Ibis Hotel Samarinda Seto Marsono mengatakan, kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan kamar, aktivitas keluarga di hotel, hingga transaksi makanan dan minuman di restoran.
"Musim liburan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap kinerja hotel, terutama melalui peningkatan okupansi, pendapatan kamar dan konsumsi di outlet F&B. Periode ini menjadi salah satu momentum penting dalam mendukung pencapaian target tahunan," ujarnya.
Baca Juga: Libur Sekolah Jadi Berkah, Kunjungan Rumah Ulin Arya Naik hingga 15 Persen
Seto mengungkapkan, tingkat okupansi hotel selama periode liburan mencapai sekitar 80 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata hari biasa yang berada di kisaran 70 persen. Lonjakan kunjungan paling terasa setiap akhir pekan.
Mayoritas tamu yang datang merupakan wisatawan keluarga dari luar Samarinda, seperti Bontang, Kutai Timur dan Kutai Barat. Mereka rata-rata menghabiskan waktu menginap selama dua malam. "Untuk wisatawan didominasi dari luar kota. Lama menginap rata-rata minimal dua malam," katanya.
Untuk menarik minat keluarga, hotel menghadirkan promo Family Xtracation yang sudah termasuk sarapan gratis dan beragam aktivitas anak. Setiap Sabtu sore dan Minggu pagi, anak-anak dapat mengikuti kegiatan seperti membuat towel art berbentuk hewan, membuat sandwich, mewarnai, hingga merangkai karakter dari kertas origami.
Menurut Seto, program tersebut menjadi salah satu fasilitas yang paling diminati selama musim liburan karena memberikan pengalaman berbeda bagi keluarga yang menginap. Di sisi lain, peningkatan jumlah tamu juga membuat manajemen memperketat pengawasan di berbagai fasilitas hotel demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.
"Karena adanya pertambahan volume tamu di area fasilitas hotel, kami meningkatkan kewaspadaan di area-area tersebut," jelasnya. Meski musim libur sekolah segera berakhir, Seto optimistis tingkat hunian tidak akan turun signifikan. Ia memperkirakan segmen tamu keluarga nantinya akan digantikan oleh tamu korporat sehingga okupansi tetap stabil.
"Setelah liburan sekolah selesai, okupansi masih diperkirakan stabil karena tamu-tamu keluarga akan digantikan dengan tamu korporat," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo