Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

RDMP Balikpapan Dongkrak Impor Minyak Mentah, Namun Belum Mampu Selamatkan Impor Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 13 Juli 2026 | 16:10 WIB
MINYAK: Peningkatan impor minyak mentah untuk kebutuhan bahan baku operasional kilang RDMP Balikpapan belum mampu menahan laju penurunan impor.
MINYAK: Peningkatan impor minyak mentah untuk kebutuhan bahan baku operasional kilang RDMP Balikpapan belum mampu menahan laju penurunan impor.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja impor Kaltim berbalik melemah pada triwulan I 2026. Setelah tumbuh positif pada akhir 2025, impor Bumi Etam terkontraksi, dipicu merosotnya impor nonmigas yang mencerminkan tertahannya kebutuhan bahan baku, investasi, hingga konsumsi.

Impor Kaltim pada triwulan I 2026 terkontraksi 8,74 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut berbalik dari triwulan IV 2025 yang masih tumbuh 1,89 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mengatakan penurunan  tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya impor nonmigas yang tumbuh negatif 38,83 persen (yoy).

Baca Juga: Jawab Kritikan DPRD, Wawali Balikpapan Beberkan Rencana Atasi Krisis Air dan Banjir DAS Ampal

Dia menjelaskan, berdasarkan jenis barangnya, kontraksi impor nonmigas terutama terjadi pada impor bahan baku, barang modal, dan barang konsumsi.

Masing-masing terkontraksi sebesar 13,20 persen (yoy), 30,57 persen (yoy), dan 51,94 persen (yoy). "Kondisi ini mengindikasikan tertahannya kebutuhan input produksi dan investasi, seiring proses normalisasi aktivitas ekonomi pada awal tahun," katanya.

Di tengah pelemahan impor nonmigas, impor migas justru masih mencatat pertumbuhan tinggi 57,38 persen (yoy). Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan impor minyak mentah yang melonjak 111,33 persen (yoy).

Menurut Jajang, peningkatan impor minyak mentah sejalan dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk operasional kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan yang telah beroperasi.

Baca Juga: Sambungan Air Ilegal Marak di Samarinda, Perumda Tirta Kencana Terapkan Sanksi Hingga Belasan Juta

Meski demikian, laju impor migas belum sepenuhnya kuat. Sebab, impor hasil minyak dan gas masih terkontraksi masing-masing sebesar 11,76 persen (yoy) dan 52,77 persen (yoy), sehingga membatasi pertumbuhan impor migas secara keseluruhan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#impor nonmigas Kaltim #Impor Kaltim 2026 #Impor Minyak Mentah #rdmp balikpapan #kilang balikpapan