KALTIMPOST.ID,SAMARINDA – Aktivitas angkutan laut di Kalimantan Timur pada Mei 2026 menunjukkan tren yang berbeda antara pergerakan penumpang dan distribusi barang. Saat jumlah penumpang kapal laut turun cukup tajam, arus barang justru masih mencatatkan pertumbuhan.
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Mei 2026 sebanyak 45.681 orang atau turun 18,89 persen dibandingkan April 2026.
Diterangkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas'ud Rifai, penurunan penumpang terutama dipengaruhi berkurangnya jumlah pengguna jasa di Pelabuhan Semayang Balikpapan dan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan.
Baca Juga: Penumpang Pesawat Domestik di Kaltim Turun, Bandara Berau Alami Penurunan Paling Dalam
"Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Mei 2026 tercatat sebanyak 45.681 orang atau turun 18,89 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya," ujar Mas'ud.
Di tengah penurunan tersebut, Pelabuhan Samarinda justru mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 36,33 persen. Sebaliknya, Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami penurunan terbesar hingga 37,23 persen, sedangkan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan turun 2,17 persen.
Meski secara bulanan melemah, kinerja angkutan penumpang laut secara kumulatif masih tumbuh. Selama Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang naik 6,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan terjadi di Pelabuhan Samarinda 17,67 persen dan Pelabuhan Semayang Balikpapan 5,05 persen, sementara Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan turun 1,96 persen.
Baca Juga: Xiaomi 17T Pro Siap Jadi Teman Setia yang Menghidupkan Setiap Momen Kebersamaan
Berbeda dengan angkutan penumpang, volume barang yang diangkut melalui jalur laut pada Mei 2026 mencapai 9.773,58 ribu ton atau naik tipis 0,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Mas'ud menjelaskan, peningkatan tersebut didorong bertambahnya volume muatan di sejumlah pelabuhan. Kenaikan tertinggi terjadi di Pelabuhan Kuala Samboja 25,30 persen, disusul Tanjung Santan 17,42 persen, Bontang 14,83 persen, Kariangau 12,58 persen, dan Semayang 9,03 persen.
Di sisi lain, beberapa pelabuhan mengalami penurunan volume barang, antara lain Tanah Grogot 20,23 persen, Samarinda 15,81 persen, Tanjung Redeb 9,90 persen, Sangatta 3,16 persen, dan Sangkulirang 1,82 persen.
"Secara kumulatif Januari-Mei 2026, volume barang yang diangkut melalui angkutan laut mencapai 47.867,75 ribu ton atau meningkat 13,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelasnya.
Pelabuhan Kuala Samboja masih menjadi pelabuhan dengan volume angkutan barang pada Mei 2026. Total barang yang diberangkatkan mencapai 2.243,63 ribu ton atau menyumbang 22,95 persen dari total angkutan laut dalam negeri.
Posisi berikutnya ditempati Pelabuhan Sangkulirang dengan 1.942,80 ribu ton atau 19,88 persen, disusul Tanah Grogot 1.540,39 ribu ton (15,76 persen), Sangatta 1.462,39 ribu ton (14,96 persen), dan Tanjung Redeb 1.234,11 ribu ton atau 12,63 persen dari total volume barang angkutan laut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo