KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kutai Timur menjadi daerah tujuan utama penanaman modal asing (PMA) di Kalimantan Timur sepanjang Januari hingga Maret 2026. Nilai investasi yang masuk mencapai USD90,15 juta atau sekitar Rp1,48 triliun, tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kaltim.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, total realisasi PMA pada triwulan I 2026 mencapai USD249,12 juta atau sekitar Rp4,11 triliun. Investasi tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana mengatakan, Kutai Timur memberikan kontribusi terbesar terhadap realisasi investasi asing di Kaltim pada periode tersebut.
Baca Juga: Tragis! Gara-Gara Utang Berujung Maut, Terdakwa di Samarinda Terancam Pasal Pembunuhan Berencana
"Kutai Timur memberikan kontribusi paling signifikan dengan nilai USD90,15 juta atau Rp1,48 triliun, sekitar 36,19 persen dari total realisasi PMA," ujarnya.
Posisi kedua ditempati Kutai Kartanegara dengan nilai investasi asing sebesar USD66,67 juta atau sekitar Rp1,10 triliun. Angka tersebut setara dengan 26,76 persen dari total PMA yang masuk ke Kaltim.
Sementara itu, Kabupaten Berau berada di peringkat ketiga dengan realisasi investasi mencapai USD44,90 juta atau sekitar Rp740,95 miliar. Kontribusinya mencapai 18,03 persen dari total investasi asing yang tercatat.
Di bawah tiga daerah tersebut, Balikpapan membukukan investasi asing sebesar USD20,06 juta. Selanjutnya disusul Paser USD8,25 juta, Kutai Barat USD6,74 juta, Bontang USD5,42 juta, Mahakam Ulu USD5,37 juta, Penajam Paser Utara USD973,8 ribu, dan Samarinda USD562,2 ribu.
Meski bukan yang terbesar dari sisi nilai investasi, Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah proyek PMA terbanyak. Sepanjang triwulan I 2026, tercatat ada 464 proyek investasi asing yang berjalan di Kota Minyak.
Samarinda menempati posisi kedua dengan 152 proyek, diikuti Kutai Kartanegara sebanyak 135 proyek, Kutai Timur 87 proyek, dan Berau 80 proyek.
Baca Juga: Inggris Desak FIFA Hukum Argentina usai Bentangkan Spanduk Malvinas di Semifinal Piala Dunia 2026
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi asing juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
Fahmi menjelaskan, Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia terbesar dari realisasi PMA selama triwulan I 2026.
"Dari sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia paling besar terdapat di Berau sebanyak 1.032 orang, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 955 orang dan Kutai Timur sebanyak 477 orang," katanya.
Data tersebut menunjukkan bahwa investasi asing tidak hanya terkonsentrasi pada nilai modal yang masuk, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Editor : Ery Supriyadi