Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

SBMA Mulai Kurangi Ketergantungan pada Pasar Kalimantan, Bidik Sulawesi, Siapkan Investasi Bertahap

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:13 WIB
EKSPANSI: SBMA ingin meningkatkan perannya menjadi salah satu pemain utama di Sulawesi melalui pembangunan fasilitas produksi baru.
EKSPANSI: SBMA ingin meningkatkan perannya menjadi salah satu pemain utama di Sulawesi melalui pembangunan fasilitas produksi baru.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mulai mengarahkan strategi pertumbuhan jangka menengah melalui ekspansi pasar di luar Kalimantan. Setelah memperkuat bisnis di sejumlah wilayah, perusahaan kini membidik Sulawesi sebagai salah satu kawasan strategis untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis gas industri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap pasar yang selama ini didominasi sektor pertambangan di Kalimantan. Dengan memperluas jangkauan geografis, SBMA berharap memiliki sumber pendapatan baru yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Direktur Operasional dan Marketing SBMA Frans Budianto Gunawan berujar, perusahaan telah memiliki pijakan bisnis di Sulawesi. Namun, ke depan perusahaan ingin meningkatkan perannya menjadi salah satu pemain utama di kawasan tersebut melalui pembangunan fasilitas produksi baru.

Baca Juga: Ekspor Balikpapan Masih Bergantung pada Nonmigas, Kontribusinya Tembus 84 Persen

"Kalau ke luar Kalimantan sebenarnya kami sudah ada di Sulawesi. Target kami ke depan adalah menjadi salah satu pemain gas industri di sana. Saat ini kami masih relatif kecil, sehingga kami ingin mengembangkan pabrik-pabrik baru di wilayah tersebut," ungkapnya.

Menurut Frans, proses ekspansi tidak dilakukan secara terburu-buru. Perusahaan masih melakukan survei terhadap sejumlah lokasi potensial untuk memastikan investasi yang dilakukan memiliki prospek pasar yang kuat serta didukung permintaan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, penentuan lokasi tidak hanya mempertimbangkan aspek geografis, tetapi juga keberadaan calon pelanggan atau off-taker yang nantinya akan menyerap produk gas industri perusahaan.

"Kami masih meneliti lokasi yang paling tepat. Saat ini kami juga sedang melakukan komunikasi dengan calon off-taker sehingga investasi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar," katanya.

Baca Juga: Peminat Membeludak, Inden Vario Evo 160 di Kaltim Tembus Ratusan Unit

Frans memperkirakan keputusan mengenai lokasi investasi tersebut baru akan dimatangkan dalam satu hingga dua tahun ke depan sebagai bagian dari rencana pengembangan perusahaan dalam horizon lima tahun.

Ia menegaskan bahwa pendekatan bertahap dipilih agar setiap investasi dapat memberikan tingkat pengembalian yang optimal sekaligus meminimalkan risiko bisnis di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis. "Kami tidak ingin terburu-buru. Targetnya dalam lima tahun ke depan kami sudah memiliki arah pengembangan yang jelas di Sulawesi dengan lokasi yang benar-benar potensial," ujarnya.

Selain ekspansi regional, SBMA juga tetap melanjutkan sejumlah proyek investasi yang telah berjalan di wilayah lain, termasuk Kalimantan Utara. Investasi tersebut diharapkan mulai memberikan tambahan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Frans mengatakan pengembangan pasar baru menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan di tengah kondisi industri yang masih menghadapi perlambatan. "Kami memang sedang memiliki investasi di luar yang nantinya menjadi market baru dan dapat menambah pendapatan perusahaan pada tahun-tahun mendatang," katanya.

Di saat yang sama, perusahaan juga menyelesaikan proses diversifikasi usaha yang menjadi target utama tahun ini. Diversifikasi tersebut dinilai penting agar perusahaan tidak hanya bergantung pada satu sektor maupun satu wilayah operasional.

Menurut Frans, pengembangan bisnis baru akan berjalan beriringan dengan transformasi internal melalui digitalisasi sistem operasional serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Cuaca Terik dan Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Semangat 42 Calon Paskibraka Samarinda

"Target kami tahun ini adalah menyelesaikan diversifikasi usaha. Dari sisi internal kami juga mengembangkan sistem yang terintegrasi secara digital serta meningkatkan kompetensi SDM agar siap mendukung pertumbuhan perusahaan," ujarnya.

Meski kondisi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian, SBMA tetap memandang ekspansi sebagai langkah yang harus dipersiapkan sejak dini. Perusahaan memilih membangun fondasi bisnis terlebih dahulu sambil menunggu momentum pemulihan ekonomi dan meningkatnya aktivitas investasi di berbagai sektor.

Frans mengakui dinamika geopolitik dan perubahan regulasi memang menjadi tantangan yang tidak dapat dikendalikan perusahaan. Karena itu, strategi yang diambil adalah memperkuat kesiapan internal sekaligus terus mengikuti arah kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Rooftop Pasar Pagi Diusulkan Jadi Kafe, Pemkot Cari Cara Hidupkan Aktivitas Perdagangan

"Yang bisa kami lakukan adalah memperbaiki perusahaan kami sendiri dan mengikuti perkembangan regulasi pemerintah. Dengan begitu ketika peluang datang, kami sudah siap untuk tumbuh," jelasnya.

Ia optimistis strategi ekspansi yang dilakukan secara bertahap akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan. Selain memperluas pangsa pasar, keberadaan fasilitas baru di luar Kalimantan juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat kedekatan dengan pelanggan, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru yang tidak bergantung pada kondisi satu wilayah atau satu sektor industri.

Menurut Frans, pengembangan pasar di Sulawesi merupakan bagian dari visi perusahaan untuk membangun jaringan bisnis gas industri yang lebih luas di Indonesia. "Dengan fondasi operasional yang semakin kuat dan portofolio pasar yang lebih beragam, SBMA optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang," tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
ekspansi SBMA investasi Sulawesi gas industri PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk SBMA