KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Hotel bintang 4 mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) tertinggi di Kalimantan Timur pada Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan okupansi hotel bintang 4 mencapai 56,29 persen, melampaui seluruh kategori hotel berbintang lainnya.
Secara keseluruhan, TPK hotel berbintang di Kaltim pada Mei 2026 mencapai 52,75 persen. Angka tersebut meningkat 2,49 poin dibandingkan April 2026 yang berada di level 50,26 persen.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tingkat hunian hotel berbintang juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,08 poin.
Baca Juga: Pantai Lamaru Jadi Pusat Aksi Hari Mangrove Sedunia 2026, Gubernur Rudy Mas'ud Dijadwalkan Memimpin
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, hotel bintang 4 masih menjadi kategori dengan tingkat hunian tertinggi. Sementara itu, hotel bintang 1 mencatat okupansi terendah.
"Sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 yaitu 31,85 persen. Untuk hotel bintang 3, bintang 2, dan bintang 5 tercatat TPK masing-masing 54,50 persen, 46,36 persen, dan 42,73 persen," ujarnya.
Meski belum menjadi kategori dengan okupansi tertinggi, hotel bintang 5 mencatat peningkatan paling signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Tingkat penghunian kamar hotel bintang 5 naik 5,59 poin, dari 37,14 persen pada April menjadi 42,73 persen pada Mei 2026.
Namun, secara tahunan kinerja hotel bintang 5 masih mengalami penurunan. Dibandingkan Mei 2025, tingkat huniannya turun 14,28 poin dari 57,01 persen menjadi 42,73 persen.
Di sisi lain, hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga menunjukkan tren positif. Tingkat penghunian naik dari 23,28 persen pada April menjadi 24,24 persen pada Mei 2026.
Meski demikian, capaian tersebut masih lebih rendah 0,74 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 24,98 persen.
Baca Juga: Borneo FC Mulai Era Baru, Mauro Jeronimo Minta Pusamania Bersabar
Data BPS Kaltim menunjukkan sektor perhotelan masih bergerak positif pada Mei 2026, terutama ditopang oleh tingginya okupansi hotel berbintang yang didorong aktivitas bisnis, pemerintahan, dan perjalanan di wilayah Kalimantan Timur. (*)
Editor : Ery Supriyadi