KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Perkembangan Kaltim sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional membuka peluang bisnis yang semakin besar bagi industri perbankan. Aktivitas investasi, perdagangan dan pembangunan yang terus meningkat turut mendorong kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan keuangan yang cepat, terintegrasi dan relevan.
Melihat potensi tersebut, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperkuat layanan perbankan di Kaltim. Strategi tersebut dilakukan melalui sinergi jaringan kantor cabang, kapabilitas digital, serta penyediaan solusi keuangan untuk berbagai segmen nasabah, mulai individu, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga korporasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kaltim tumbuh 4,53 persen pada 2025 dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp889,07 triliun. Potensi tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya Balikpapan dan Samarinda.
Baca Juga: 6.000 Anak Samarinda Belum Bersekolah dan Putus Sekolah, DPRD Soroti Rendahnya Kesadaran PAUD
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, Kaltim bukan hanya memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar, tetapi juga menjadi kawasan strategis dengan berbagai peluang ekonomi baru.
“Bagi CIMB Niaga, Kalimantan Timur bukan hanya wilayah dengan potensi pertumbuhan yang besar, namun juga kawasan strategis tempat berbagai peluang ekonomi baru bermunculan,” kata Lani dalam Media Breakfast bersama CIMB Niaga di Balikpapan, Jumat (24/7).
Menurut dia, CIMB Niaga berupaya menghadirkan solusi perbankan yang lengkap untuk mendukung kebutuhan finansial masyarakat dan pelaku usaha di Kaltim. Penguatan layanan dilakukan dengan memadukan jaringan konvensional dan syariah dengan berbagai platform digital.
Nasabah dapat memanfaatkan aplikasi dan website OCTO untuk kebutuhan transaksi sehari-hari serta pengelolaan keuangan. Sementara pelaku usaha dapat menggunakan OCTOBIZ sebagai platform perbankan digital terintegrasi untuk mengelola transaksi domestik maupun internasional.
Baca Juga: Disbun Minta GAPKI Perkuat Kolaborasi, Sawit Berkelanjutan Tak Bisa Dibangun Sendiri
Untuk merchant, CIMB Niaga menyediakan OCTO Merchant sebagai solusi penerimaan pembayaran digital. Adapun kebutuhan pembiayaan kendaraan dapat diakses melalui aplikasi CNAF Mobile milik anak usaha CIMB Niaga Finance.
Dari sisi jaringan fisik, CIMB Niaga memiliki enam kantor cabang konvensional dan satu kantor cabang syariah di Kaltim. Layanan tersebut diperkuat mesin ATM dan CRM yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Nasabah juga dapat melakukan transaksi melalui jaringan ATM berlogo Mastercard, Cirrus, ATM Bersama, dan ATM Prima yang tersedia di Balikpapan, Samarinda, serta sejumlah kota lainnya.
“Untuk itu, kami senantiasa menghadirkan solusi perbankan yang lengkap dan relevan untuk mendukung kebutuhan finansial seluruh segmen nasabah. Kami juga terus memperkuat layanan melalui inovasi digital dan jaringan yang terintegrasi agar nasabah dapat menikmati pengalaman perbankan yang lebih mudah, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Lani menambahkan, CIMB Niaga juga ingin mengambil peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran kredit dan pembiayaan ke berbagai sektor produktif.
“Kami ingin menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh masyarakat dan pelaku usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan yang hadir di Kaltim. Melalui layanan konvensional dan syariah yang kami miliki, serta dukungan kapabilitas digital yang kuat, CIMB Niaga siap mendukung perkembangan ekosistem ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Network dan Digital Banking CIMB Niaga Budiman Tanjung, Head of Region Indonesia Timur dan Kalimantan CIMB Niaga Ahmad S Ilham, serta Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman.
Penguatan layanan di Kaltim menjadi bagian dari strategi CIMB Niaga di tengah kinerja positif perseroan. Pada kuartal I 2026, CIMB Niaga membukukan laba sebelum pajak konsolidasi unaudited sebesar Rp2,3 triliun. Total kredit dan pembiayaan tumbuh 2,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp235,1 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp260,1 triliun.
Baca Juga: Sabu 1 Kilogram Diganti Kentang Frozen, Modus Baru Sindikat Narkoba di Kaltim Terbongkar
Pertumbuhan tersebut ditopang dana murah atau current account saving account (CASA) yang meningkat 12,2 persen yoy menjadi Rp192,3 triliun. Rasio CASA pun mencapai 73,9 persen, atau menjadi yang tertinggi dalam sejarah CIMB Niaga.
Pada periode yang sama, posisi permodalan dan likuiditas perseroan tetap terjaga dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,3 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) 89,2 persen. Total aset konsolidasian tercatat Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026.
Di sektor perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga juga mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia. Total pembiayaan tercatat Rp52,9 triliun dengan DPK sebesar Rp45 triliun per 31 Maret 2026.
Sementara itu, transformasi digital terus menjadi salah satu fokus perseroan. Sebanyak 90,6 persen transaksi keuangan nasabah telah dilakukan melalui kanal branchless banking, termasuk OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay.
Baca Juga: 6.000 Anak Samarinda Belum Bersekolah dan Putus Sekolah, DPRD Soroti Rendahnya Kesadaran PAUD
Transaksi keuangan melalui aplikasi OCTO juga meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital oleh nasabah.
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam strategi perusahaan. Hingga Maret 2026, pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai Rp60,2 triliun atau hampir 26 persen dari total outstanding pembiayaan. Pembiayaan tersebut mencakup dukungan terhadap sektor energi terbarukan dan UMKM yang mencapai Rp25,7 triliun.
Komitmen pemberdayaan UMKM juga dilakukan melalui Program Community Link #JadiBerkelanjutan. Sejak 2022, program tersebut telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 979 pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Samarinda dan Balikpapan, serta membuka akses permodalan bagi sekitar 150 UMKM.
CIMB Niaga juga menjalankan program corporate citizenship di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dengan United Nations Children's Fund (UNICEF) untuk mendukung upaya pemerintah mencegah dan mengurangi masalah gizi buruk serta stunting di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo