KALTIMPOST.ID, TANJUNG REDEB – Persaingan industri perhotelan di Berau tak lagi hanya mengandalkan fasilitas menginap. Pelaku usaha mulai mengembangkan sektor kuliner sebagai strategi menarik tamu sekaligus memperkuat daya saing di tengah pertumbuhan sektor pariwisata dan bisnis.
Begitupun yang dilakukan Mercure Berau dengan menghadirkan kolaborasi dua executive chef dari jaringan Accor dalam program Chef Collaboration yang digelar di Sanggam Bistro pada 19 September mendatang. Kolaborasi tersebut mempertemukan Executive Chef Mercure Berau Denny Gandana dengan Executive Chef Mercure Cibadak Sukabumi Agus Prasetyo.
Marketing Communication Mercure Berau Fransiska Prihandini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda bagi tamu hotel maupun masyarakat umum. Menurutnya, saat ini kuliner menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi keputusan wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis dalam memilih hotel.
Baca Juga: CIMB Niaga Bidik Peluang Ekonomi Kaltim, Kawasan Penyangga IKN Jadi Perhatian
“Melalui kolaborasi ini kami ingin memberikan pengalaman bersantap yang berbeda sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Harapannya tidak hanya meningkatkan kunjungan ke restoran hotel, tetapi juga memperkuat posisi Berau sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman kuliner berkualitas,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, Chef Agus didatangkan langsung dari Sukabumi, Jawa Barat, untuk menyajikan ragam hidangan khas Pulau Jawa yang dipadukan dengan kreasi Chef Denny. Menu yang diangkat berasal dari sejumlah daerah seperti Solo, Madiun, Madura hingga Yogyakarta.
Beberapa sajian pembuka yang dipastikan hadir di antaranya Selat Solo dan Rawon, sementara hidangan utama hingga penutup sengaja disimpan sebagai kejutan bagi para tamu. Selain menikmati hidangan, pengunjung juga diajak mengenal filosofi di balik setiap menu melalui sesi diskusi bersama chef serta menyaksikan demonstrasi memasak secara langsung.
Baca Juga: 6.000 Anak Samarinda Belum Bersekolah dan Putus Sekolah, DPRD Soroti Rendahnya Kesadaran PAUD
Fransiska menilai, inovasi kuliner menjadi salah satu peluang yang terus dikembangkan industri perhotelan seiring meningkatnya tren wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism). Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat menginap, tetapi juga pengalaman gastronomi yang mampu menjadi bagian dari perjalanan mereka.
“Kami melihat kuliner memiliki potensi menjadi daya tarik tersendiri. Karena itu, restoran hotel juga terus dikembangkan agar mampu menarik tamu dari luar hotel, bukan hanya tamu yang menginap,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong geliat industri kuliner dan perhotelan di Berau sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap ragam cita rasa Nusantara melalui kolaborasi antarchef dari berbagai daerah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo