Merajut Mimpi dari Baju Bekas, Laksmi Cendana Bangun Rumah Mode Laxmee Modiste

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:01 WIB
PENGALAMAN: Sejak lulus SMA sekitar era 90-an, Laksmi sudah tertarik dunia fesyen dan mengantarkan dia merintis brand sendiri hingga sekarang.
PENGALAMAN: Sejak lulus SMA sekitar era 90-an, Laksmi sudah tertarik dunia fesyen dan mengantarkan dia merintis brand sendiri hingga sekarang.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Berawal dari hobi dan penasaran membawa Laksmi Cendana menghadirkan Laxmee Modiste. Rumah mode asal Samarinda yang tak hanya melayani jahit pesanan, tetapi juga memproduksi busana ready to wear bernuansa wastra Bumi Etam.

Kecintaan Laksmi Cendana terhadap dunia menjahit lahir jauh sebelum ia mengenal mesin jahit. Saat masih duduk di bangku SMP, ia justru gemar membongkar pakaian lama, lalu menjahitnya kembali dengan tangan menjadi model baru.

Laksmi mengaku tidak memiliki latar belakang keluarga penjahit. Ketertarikannya muncul murni karena menyukai dunia desain dan keterampilan. "Kalau hobi iya. Memang dari kecil suka. Orang tua juga bukan penjahit. Dulu enggak ada mesin, jadi bongkar-bongkar baju, jahit pakai tangan. Waktu SMP memang sudah suka begitu," ujarnya.

Baca Juga: Daftar 26 Skuad Timnas Indonesia ASEAN Championship 2026 dan 24 Pemain yang Dicoret John Herdman

Selepas SMA, Laksmi mengikuti pelatihan menjahit selama enam bulan di salah satu lembaga sosial pada sekitar 1990-an. Setelah itu ia magang di sejumlah butik sebelum memperdalam pengalaman di industri garmen dan diberangkatkan ke Kudus, Jawa Tengah.

Di sana, ia mempelajari berbagai teknik produksi, mulai dari konveksi, bordir hingga pembuatan pakaian anak. Bekal itulah yang membuatnya percaya diri membuka usaha sendiri. "Saya kerja sekitar dua tahun dulu di butik. Terus ke Kudus belajar di garmen, bordir, konveksi. Baru setelah itu berani buka rumah jahit sendiri," katanya.

Sepulang dari Jawa, Laksmi juga menjalankan amanat yayasan tempatnya belajar dengan menjadi relawan. Ia mengajarkan keterampilan menjahit kepada masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak-anak muda yang membutuhkan bekal keterampilan.

Baru pada 2005, mulai membuka jasa jahit rumahan dengan nama Laksmi Collection. Saat itu pelanggan datang hampir seluruhnya melalui promosi dari mulut ke mulut. Ia menerima beragam pesanan, mulai seragam, kebaya, gaun pengantin hingga busana pesta.

Baca Juga: Jangan Cuma Balap Karung dan Tarik Tambang! Ini 15 Ide Lomba 17 Agustus 2026 untuk Anak hingga Dewasa

Pandemi Covid-19 menjadi titik balik perjalanan usahanya. Ketika pesanan busana umum menurun drastis, Laksmi justru memperoleh pesanan ribuan masker kain serta pakaian tenaga kesehatan dari rumah sakit, puskesmas hingga sejumlah instansi.

"Masker waktu itu lumayan banyak. Dari rumah sakit, Bank Indonesia sampai perusahaan juga ada. Jadi tetap jalan," ungkap perempuan kelahiran 1976 itu.

Di tengah pandemi, ia memanfaatkan waktu mengikuti kelas desain daring selama tiga bulan. Dari sanalah lahir konsep baru untuk membangun identitas mereknya. "Di situ saya belajar desain, ilustrasi, sampai branding. Baru mulai membangun brand Laxmee seperti sekarang," tuturnya.

Setelah bergabung dengan komunitas pelaku fashion pada 2022 dan mengikuti pembinaan Bank Indonesia, Laksmi mulai mengembangkan lini ready to wear agar pelanggan bisa mendapatkan pakaian siap pakai tanpa harus menunggu proses jahit yang panjang.

Kini, brand-nya tak lagi sekadar rumah jahit, tetapi berkembang menjadi brand fesyen yang memadukan desain modern dengan sentuhan wastra khas lokal. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Laxmee Modiste Laksmi Cendana fesyen Samarinda wastra Bumi Etam UMKM Samarinda