Pasar Properti Samarinda Dinilai Menjanjikan, Grand City Siapkan Lahan 70 Hektare

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:47 WIB
OPTIMIS: Optimisme Grand City di Balikpapan jadi alasan pembangunan di Samarinda memiliki pasar yang bagus pula.
OPTIMIS: Optimisme Grand City di Balikpapan jadi alasan pembangunan di Samarinda memiliki pasar yang bagus pula.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Melihat tingginya kebutuhan hunian di Samarinda, Sinar Mas Land melalui Grand City resmi menggarap kawasan perumahan baru seluas 70 hektare. Kota Tepian dinilai memiliki potensi besar karena pasokan hunian dari pengembang nasional masih terbatas, sementara permintaan terus meningkat.

Pengembang optimistis pasar properti di Samarinda masih sangat prospektif, didukung pertumbuhan penduduk dan kebutuhan hunian yang terus meningkat.

Sales Section Head Grand City Samarinda Kabul Harjono Pasaribu mengatakan, keputusan masuk ke Samarinda bukan tanpa alasan. Selain jumlah penduduk yang padat, pasokan perumahan dari pengembang berskala nasional dinilai masih belum banyak.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juli 2026 Anjlok, Lakuemas Turun Rp39.000 dan Raja Emas Melemah

"Di Samarinda penduduknya padat, sementara supply perumahan, apalagi dari developer nasional, tidak terlalu banyak. Jadi peluangnya sangat bagus buat kami masuk ke Samarinda," ujarnya. Grand City akan mengembangkan kawasan seluas 70 hektare dengan konsep town house yang dipadukan area komersial sehingga nantinya menjadi kota mandiri.

Pada tahap awal, pengembang membuka satu klaster dengan empat pilihan tipe rumah, yakni tipe 51, 71, 115, dan 138. Harga yang ditawarkan mulai di bawah Rp900 juta hingga sekitar Rp3 miliar. Klaster pertama diproyeksikan berisi sekitar 700 unit rumah. Namun pemasarannya dilakukan bertahap, dimulai sekitar 300 unit terlebih dahulu.

Pria yang dipanggil Jhon itu mengatakan optimisme tersebut juga berkaca dari pengalaman Grand City di Balikpapan. Menurutnya, proyek Grand City di Kota Minyak mampu menjadi salah satu pemain utama di pasar properti karena tingginya minat masyarakat.

"Di Balikpapan sendiri kami bisa memasarkan dengan sangat baik, bisa dibilang salah satu market leader. Apalagi di Samarinda, kami optimistis pasarnya juga bagus," katanya.

Baca Juga: Indonesia vs Vietnam Kapan? Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026

Ia menambahkan, kebutuhan rumah akan terus tumbuh setiap tahun sehingga sektor properti diyakini tetap menjanjikan. "Properti itu enggak ada matinya. Rumah adalah kebutuhan utama. Setiap tahun pasti ada orang menikah, jumlah penduduk bertambah, sementara lahan di Samarinda semakin terbatas," bebernya.

Tak hanya itu, Grand City juga telah menyiapkan landbank lain seluas sekitar 120 hektare di koridor Bung Tomo-Harun Nafsi Samarinda Seberang menuju Tol Samarinda-Balikpapan.

Namun pengembang memilih fokus mengembangkan kawasan pertama terlebih dahulu sebelum membuka proyek berikutnya. "Yang 120 hektare memang sudah ada. Tapi sekarang kami fokus dulu ke yang 70 hektare," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
grand city samarinda properti Samarinda perumahan Samarinda hunian Samarinda sinar mas land