Daya Beli Melambat, Agen Properti Sebut Ini Momen Beli "Mercy Harga Bajaj"

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:56 WIB
Agung Nurani, Agen Properti di Samarinda
Agung Nurani, Agen Properti di Samarinda

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pasar properti Samarinda tengah memasuki fase yang unik. Di satu sisi, semakin banyak pemilik aset menawarkan rumah maupun tanah, bahkan dengan harga di bawah pasar demi mendapatkan arus kas. Namun di sisi lain, calon pembeli justru memilih menahan diri dan menunggu kondisi ekonomi lebih stabil.

Fenomena itu diungkapkan agen properti Agung Nurani berdasarkan pengamatannya selama mendampingi transaksi jual beli maupun sewa properti di Samarinda. Menurut Agung, perlambatan ekonomi membuat banyak pemilik properti membutuhkan dana segar. Akibatnya, jumlah properti yang ditawarkan terus bertambah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau dari penawaran memang ada bertambah dibanding tahun sebelumnya. Ada sebagian owner yang menawarkan propertinya dengan harga di bawah pasar supaya cepat terjual karena butuh cash flow. Berani kasih diskon 20-30 persen," ujarnya.

Baca Juga: Andi Harun dan Rendi Solihin Tak Maju, Seno Aji Melenggang Jadi Ketua IPSI Kaltim

Meski demikian, kondisi tersebut belum diikuti peningkatan transaksi. Banyak calon pembeli masih memilih bersikap wait and see sambil menunggu kepastian kondisi ekonomi. "Bukan mati (tren pasar), tapi pasarnya seperti menunggu. Buyer melihat peluangnya bagus, tetapi mereka masih wait and see karena khawatir nanti justru mereka yang membutuhkan cash flow," katanya.

Agung menilai kondisi saat ini justru menjadi peluang bagi masyarakat yang memiliki dana dan ingin berinvestasi di sektor properti. "Kalau istilah investor itu sekarang seperti beli Mercy seharga Bajaj. Ini sebenarnya momen yang bagus untuk membeli properti," ucapnya.

Ia menjelaskan, secara historis properti tetap menjadi instrumen penyimpan nilai (safe haven) yang relatif aman dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, penurunan harga yang terjadi saat ini dinilai sebagai momentum untuk masuk sebelum harga kembali meningkat.

"Properti itu penyimpan nilai. Dalam jangka panjang harganya cenderung naik. Jadi saat kondisi seperti sekarang justru menjadi kesempatan untuk melakukan negosiasi harga," jelasnya.

Baca Juga: Daftar 26 Skuad Timnas Indonesia ASEAN Championship 2026 dan 24 Pemain yang Dicoret John Herdman

Agung mengakui perlambatan pasar tidak lepas dari penyesuaian anggaran pemerintah yang turut berdampak terhadap berbagai sektor usaha, termasuk konstruksi. Bahkan dirinya memutuskan beralih dari kontraktor proyek pemerintah ke bisnis properti komersial sejak akhir tahun lalu.

"Kami sebelumnya banyak mengerjakan proyek pemerintah sejak 2019. Karena ada penyesuaian anggaran dan efisiensi, kami melihat 2026 bakal sulit sehingga memilih shifting ke properti komersial," katanya.

Meski pasar masih bergerak lambat, Agung tetap optimistis kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Menurutnya, ketika daya beli masyarakat mulai pulih, sektor properti akan kembali bergairah. "Sekarang memang lagi slow. Tapi saya optimistis nanti ada momennya daya beli masyarakat kembali bangkit. Prospek properti di Samarinda masih bagus," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Pasar properti Kaltim properti Samarinda harga rumah Samarinda diskon properti investasi properti