KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) terdalam di Pulau Kalimantan pada Juni 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jika NTP Kaltim turun 4,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya, lebih dalam dibandingkan empat provinsi lain di regional tersebut.
Secara nasional terdapat 20 provinsi yang mengalami penurunan NTP dan 18 provinsi mencatat kenaikan pada Juni 2026. "Pada Juni 2026, dari 38 provinsi yang dihitung NTP-nya, terdapat 18 provinsi yang mengalami kenaikan NTP dan 20 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi di Gorontalo 7,48 persen, sebaliknya penurunan terdalam terjadi di Riau 6,62 persen," ujar Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Khusus di Pulau Kalimantan, hanya Kalimantan Selatan yang mampu mencatatkan kenaikan NTP, yakni 0,50 persen. Sementara itu, empat provinsi lainnya mengalami penurunan. Mas’ud merinci, Kaltim menjadi provinsi dengan penurunan terbesar yaitu 4,51 persen. Disusul Kalimantan Tengah yang turun 2,14 persen, Kalimantan Utara turun 1,23 persen, serta Kalimantan Barat turun 0,85 persen. "Adapun NTP secara nasional mengalami penurunan sebesar 0,06 persen," katanya.
Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Bumi Etam ikut mengalami pelemahan pada Juni 2026. NTUP tercatat 149,27 atau turun 4,93 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 157,02.
Mas’ud menjelaskan, penurunan NTUP dipicu melemahnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 3,88 persen. Di sisi lain, indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) justru naik 1,11 persen.
Jika dirinci menurut subsektor, seluruhnya mengalami penurunan NTUP. Penurunan terdalam terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat 7,06 persen, diikuti subsektor peternakan 6,27 persen, subsektor hortikultura 2,38 persen, subsektor tanaman pangan 0,72 persen, dan subsektor perikanan 0,21 persen. (*)
Editor : Ismet Rifani