KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof Yassierli mengajak generasi muda membangun pola pikir bertumbuh atau growth mindset sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 yang diselenggarakan Tanoto Foundation di Pangkalan Kerinci, Riau.
Menurut Yassierli, inovasi tidak selalu identik dengan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Inovasi justru dapat muncul dari upaya memperbaiki persoalan yang ada di sekitar.
"Inovasi tidak selalu soal menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tapi bisa juga tentang memunculkan nilai atau dampak yang baru, pada sesuatu yang sebelumnya sudah ada. Bahkan, inovasi bisa lahir dari sebuah masalah. Maka, mulailah dari masalah nyata dan dekat dengan kalian untuk diperbaiki," pesannya kepada Kaltimpost.id.
Baca Juga: TSG 2026 Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin Adaptif, Tak Cukup Hanya Unggul Akademik
Ia menilai Indonesia membutuhkan semakin banyak pemimpin muda yang mampu melahirkan inovasi untuk mendorong kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Indonesia butuh inovasi, dan mimpi saya di 2045, Indonesia besar itu kalau kita menjadi innovation nation, dan spirit ini harus dimiliki seorang leader," kata Yassierli.
TSG 2026 sendiri diikuti 240 penerima Beasiswa TELADAN dari 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation. Forum tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam bertransformasi dari fase Lead Self menuju Lead Others.
Melalui berbagai sesi diskusi, pembelajaran lapangan, hingga pelatihan kepemimpinan, peserta didorong agar mampu mengembangkan kemampuan memimpin tim, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
"Tanoto Foundation menilai kemampuan tersebut semakin penting mengingat tantangan dunia kerja kini tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga kepemimpinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta keberanian mengambil keputusan," ujar Eddy Henry, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo