KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Tanoto Foundation resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa TELADAN Cohort 2027 bagi mahasiswa baru dari 10 perguruan tinggi mitra. Pendaftaran berlangsung mulai 1 Juli hingga 7 September 2026.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menawarkan pengembangan kepemimpinan secara terstruktur sejak mahasiswa memasuki bangku kuliah hingga lulus.
Mahasiswa yang lolos seleksi akan memperoleh berbagai fasilitas pengembangan diri, mulai dari pelatihan kepemimpinan, jejaring nasional, kesempatan magang di jaringan industri mitra Tanoto Foundation, hingga dukungan mengikuti konferensi, kompetisi, sertifikasi, student exchange, summer course, kegiatan sukarela, serta peluang memperoleh dana penelitian.
Baca Juga: Indonesia Butuh Pemimpin Muda Inovatif, Growth Mindset Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja
Program TELADAN dikembangkan Tanoto Foundation sebagai respons terhadap kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Berdasarkan Labor Market Brief LPEM FEB UI Mei 2026, lulusan perguruan tinggi di Indonesia rata-rata membutuhkan waktu hampir 20 bulan untuk memperoleh pekerjaan.
Data tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan memasuki dunia kerja tidak lagi hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga ditopang kepemimpinan, pengalaman kolaboratif, kemampuan beradaptasi, dan soft skills.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Stella Christie mengatakan kemajuan kecerdasan buatan membuat mahasiswa harus memiliki nilai tambah yang tidak dapat digantikan teknologi.
"Saat ini, pengetahuan sudah berlimpah. Semua hal bisa dicari tahu dengan AI. Itulah pentingnya untuk kita, sebagai manusia yang menerima pendidikan tinggi, untuk bisa melakukan tiga hal penting: menciptakan ilmu, menyalurkan ilmu, dan mengkurasi ilmu. Karena kalau kemampuan kita hanya terbatas pada mencari ilmu, kita bisa dengan mudah digantikan oleh AI," kata Stella.
Baca Juga: TSG 2026 Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin Adaptif, Tak Cukup Hanya Unggul Akademik
Ia menambahkan bahwa kemampuan mengubah informasi menjadi pengetahuan dan kebijaksanaan menjadi kompetensi utama pemimpin masa depan.
"AI dapat menyajikan jutaan informasi dalam hitungan detik. Namun, manusialah yang mampu mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi kebijaksanaan. Itulah kompetensi yang harus dibangun oleh pemimpin muda: kemampuan mengkurasi pengetahuan untuk menghadirkan keputusan yang berdampak bagi masyarakat dan masa depan bangsa," lanjutnya.
Sejak 2006, Tanoto Foundation telah mendukung 8.803 penerima beasiswa. Melalui program TELADAN, organisasi tersebut berupaya mencetak pemimpin muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan menghadirkan perubahan di lingkungan masing-masing.
Editor : Nugroho Pandu Cahyo