Laba SBMA Melonjak 10,63 Persen, Produksi Gas Industri Tembus 11,1 Juta Meter Kubik 

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:07 WIB
BERKEMBANG: Sepanjang 2025, total volume produksi SBMA mencapai 11.125.346 meter kubik, terdiri atas produksi oksigen sebesar 6.785.431 meter kubik dan nitrogen sebesar 4.339.915 meter kubik.
BERKEMBANG: Sepanjang 2025, total volume produksi SBMA mencapai 11.125.346 meter kubik, terdiri atas produksi oksigen sebesar 6.785.431 meter kubik dan nitrogen sebesar 4.339.915 meter kubik.

KALTIMPOST.ID, ‎BALIKPAPAN - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) berhasil mempertahankan tren pertumbuhan kinerja sepanjang tahun buku 2025 di tengah dinamika industri gas industri yang semakin kompetitif. Perseroan mencatat peningkatan pendapatan, laba komprehensif, serta volume produksi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Direktur PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk Welly Sumanteri mengungkapkan, kinerja apik ini ditopang efisiensi operasional, optimalisasi aset, hingga ekspansi pasar pada segmen-segmen potensial. Perseroan juga mampu menjaga stabilitas bisnis melalui disiplin operasional dan penguatan strategi perusahaan.

‎"Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan membukukan kinerja yang tetap solid dengan pertumbuhan yang terjaga secara disiplin dan berkelanjutan. Pencapaian ini didukung oleh stabilitas pendapatan yang diiringi dengan peningkatan efisiensi operasional, khususnya melalui optimalisasi biaya, peningkatan utilisasi aset, serta penguatan eksekusi di tingkat operasional," ucap Welly, Senin (27/7).

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa TELADAN 2027 Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru Bisa Dapat Kuliah hingga Bekal Jadi Pemimpin

‎Ia menambahkan, langkah-langkah tersebut membuat perusahaan mampu mempertahankan margin usaha tetap sehat di tengah tantangan ekonomi dan persaingan industri. ‎Selain menjaga efisiensi, perusahaan juga terus memperkuat daya saing melalui inovasi layanan serta strategi ekspansi pasar yang lebih selektif.

Fokus diarahkan pada segmen pelanggan dengan potensi pertumbuhan tinggi serta penguatan hubungan dengan pelanggan utama. ‎Menurut Welly, strategi tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan performa bisnis secara menyeluruh.

‎"Perseroan juga terus mendorong inovasi layanan serta melakukan perluasan pasar secara selektif dengan berfokus pada segmen yang potensial dan penguatan hubungan dengan pelanggan utama. Upaya ini memperkuat posisi pasar sekaligus meningkatkan kinerja Perseroan secara keseluruhan," katanya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026, Menangkap Arah Baru Ekonomi Indonesia: Ketika Suara Jadi Rupiah, Adel Menemukan Panggung di Era Digital

‎‎Dari sisi operasional, kapasitas utilitas pabrik oksigen dan nitrogen telah mencapai 1.500 Sm3 per jam. Sepanjang 2025, total volume produksi mencapai 11.125.346 meter kubik, terdiri atas produksi oksigen sebesar 6.785.431 meter kubik dan nitrogen sebesar 4.339.915 meter kubik.

‎Realisasi tersebut meningkat signifikan dibandingkan volume produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 8.674.199 meter kubik. Kenaikan produksi tersebut mencerminkan meningkatnya utilisasi fasilitas produksi sekaligus menunjukkan pertumbuhan permintaan pasar terhadap produk gas industri perseroan.

‎Peningkatan kapasitas produksi tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menopang pertumbuhan bisnis perusahaan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sektor manufaktur, industri, hingga pelanggan pada segmen special gas yang terus berkembang.

‎Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan tren positif. Total aset PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp 290,27 miliar atau meningkat sekitar Rp 297,01 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

‎Sementara itu, pendapatan perseroan mencapai Rp 137,16 miliar, meningkat Rp 5,49 miliar atau tumbuh 4,17 persen secara tahunan. Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong meningkatnya permintaan dari sektor liquid manufacturing, perluasan pasar yang terus dilakukan perusahaan, serta bertambahnya kontribusi dari bisnis special gas.

‎Pertumbuhan pendapatan yang disertai pengendalian biaya secara disiplin turut berdampak terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan. ‎Sepanjang tahun buku 2025, laba bruto tercatat sebesar Rp 69,61 miliar, meningkat Rp 96,29 juta atau sekitar 0,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

‎Sementara laba tahun berjalan mencapai Rp 11,79 miliar. Dengan tambahan penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 3,11 miliar, laba komprehensif perusahaan meningkat menjadi Rp 14,90 miliar atau tumbuh Rp 1,43 miliar setara 10,63 persen dibandingkan tahun buku 2024.

Baca Juga: Hari Mangrove Sedunia, Ratusan Siswa Muara Badak Diajak Jaga Pesisir Lewat Edukasi Lingkungan

‎Menurut Welly, keberhasilan tersebut tidak hanya didorong oleh pertumbuhan penjualan, tetapi juga hasil dari strategi efisiensi yang dijalankan secara konsisten di seluruh lini operasional.

‎Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat agenda keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Konsep sustainability tidak lagi ditempatkan sekadar sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan telah menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing.

‎"Perseroan juga menempatkan nilai keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang. Keberlanjutan tidak lagi dipandang semata sebagai bentuk tanggung jawab sosial, melainkan telah menjadi elemen strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan usaha yang berkesinambungan," tutur Welly.

‎Berbagai program ramah lingkungan terus dijalankan perusahaan, mulai dari pengurangan dampak operasional terhadap lingkungan hingga peningkatan efisiensi penggunaan energi melalui sistem manajemen energi yang terintegrasi berbasis teknologi.

Baca Juga: Dapur MBG Kalimantan Kena Suspend, BGN Juga Pecat Ratusan Pegawai Bermasalah

‎Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pengembangan lini usaha paving block yang memanfaatkan limbah operasional menjadi produk bernilai ekonomi. Inisiatif tersebut merupakan implementasi konsep ekonomi sirkular, di mana limbah hasil kegiatan operasional tidak lagi hanya dikelola sebagai residu, tetapi diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat komersial.

‎Selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan. ‎"Perseroan juga terus melakukan investasi pada teknologi yang lebih ramah lingkungan guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat sistem pengelolaan energi yang terintegrasi," tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
kinerja SBMA 2025 laba SBMA 2025 produksi gas industri industri gas industri PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk