Penumpang Pelabuhan Semayang Anjlok 56,88 Persen, Tapi Arus Datang dan Berangkat Nyaris Berimbang

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:21 WIB
SEIMBANG: Lalu lintas penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami koreksi cukup dalam pada Mei 2026.
SEIMBANG: Lalu lintas penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami koreksi cukup dalam pada Mei 2026.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Setelah mencatat aktivitas yang tinggi pada April lalu, lalu lintas penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami koreksi cukup dalam pada Mei 2026. Total penumpang angkutan laut dalam negeri pada Mei 2026 hanya mencapai 49.722 orang.

Jumlah tersebut turun drastis 56,88 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 115.318 orang. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, total penumpang juga menyusut 22,83 persen.

Penurunan tersebut terjadi hampir merata pada dua arus perjalanan. Penumpang yang datang tercatat sebanyak 24.993 orang, sementara penumpang yang berangkat mencapai 24.729 orang.

Baca Juga: Penumpang Domestik di Bandara Sepinggan Anjlok 16,28 Persen, Mobilitas Balikpapan Belum Pulih

Kedua angka itu menunjukkan aktivitas pelayaran penumpang belum kembali bergairah setelah lonjakan yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto mengatakan penurunan terutama terlihat pada perbandingan bulanan, meskipun arus kedatangan masih mencatat pertumbuhan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang datang di Pelabuhan Semayang Balikpapan pada Mei 2026 mencapai 24.993 orang atau mengalami penurunan sebesar 67,08 persen dibandingkan April 2026. Jika dibandingkan dengan Mei 2025, jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan sebesar 36,02 persen," beber Marinda.

Sementara itu, untuk penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Semayang pada Mei 2026 tercatat sebanyak 24.729 orang. Angka tersebut turun 37,23 persen dibandingkan April 2026. Dibandingkan Mei 2025, penurunannya bahkan mencapai 46,31 persen.

Baca Juga: Laba SBMA Melonjak 10,63 Persen, Produksi Gas Industri Tembus 11,1 Juta Meter Kubik 

Menurut Marinda, perubahan jumlah penumpang dari bulan ke bulan merupakan bagian dari dinamika transportasi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari musim perjalanan, jadwal operasional kapal hingga kebutuhan mobilitas masyarakat.

"Secara bulanan memang terlihat adanya penurunan yang cukup besar pada aktivitas penumpang angkutan laut. Namun pola seperti ini perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika transportasi yang dipengaruhi karakteristik perjalanan masyarakat pada setiap periode," tuturnya.

Berbeda dengan transportasi udara yang cenderung didominasi perjalanan bisnis dan pemerintahan, angkutan laut masih menjadi pilihan masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau dengan biaya lebih terjangkau.

Karena itu, perubahan jumlah penumpang laut juga menjadi salah satu indikator daya beli sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir Kalimantan.

Turunnya jumlah penumpang diperkirakan ikut memengaruhi aktivitas ekonomi di sekitar pelabuhan. Berkurangnya arus penumpang berarti menurunnya potensi transaksi pada berbagai sektor pendukung seperti angkutan lanjutan, rumah makan, kios, jasa penginapan hingga usaha mikro yang selama ini bergantung pada aktivitas pelabuhan.

Meski demikian, komposisi penumpang pada Mei 2026 relatif seimbang. Penumpang datang berkontribusi sekitar 50,27 persen terhadap total pergerakan penumpang, sedangkan penumpang berangkat menyumbang 49,73 persen. Kondisi ini menunjukkan tidak terjadi ketimpangan arus keluar maupun masuk, melainkan penurunan volume perjalanan secara keseluruhan.

Baca Juga: Bank Indonesia Jakarta Buka Lowongan Magang Batch 2 Tahun 2026 untuk Mahasiswa S1

"Selain melayani distribusi barang, pelabuhan ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat menuju Sulawesi, Jawa, Kalimantan Utara hingga wilayah Indonesia timur," kata Marinda.

Apabila tren penurunan berlangsung dalam beberapa bulan berturut-turut, dampaknya berpotensi dirasakan oleh sektor perdagangan, jasa, pariwisata hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan aktivitasnya pada lalu lintas penumpang pelabuhan.

"Di sisi lain, perkembangan aktivitas bongkar muat barang yang masih menunjukkan pertumbuhan memberikan sinyal bahwa perlambatan lebih banyak terjadi pada mobilitas orang, sementara aktivitas distribusi logistik masih tetap berjalan," ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Penumpang Kapal Balikpapan penumpang Pelabuhan Semayang mobilitas laut Balikpapan Pelabuhan Semayang Balikpapan BPS Balikpapan