Samarinda Catat Pertumbuhan Kredit Tertinggi di Kaltim, Tembus Rp43,48 Triliun

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:29 WIB
Samarinda catat pertumbuhan kredit tertinggi yakni 17,82 persen dengan outstanding Rp43,48 triliun.
Samarinda catat pertumbuhan kredit tertinggi yakni 17,82 persen dengan outstanding Rp43,48 triliun.

 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026. Mayoritas kabupaten dan kota mencatat pertumbuhan kredit, dengan Samarinda menjadi daerah yang membukukan kenaikan tertinggi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, Samarinda mencatat pertumbuhan kredit sebesar 17,82 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), diikuti Penajam Paser Utara (PPU) yang tumbuh 12,97 persen yoy.

“Samarinda mencatat pertumbuhan kredit tertinggi 17,82 persen (year-on-year/yoy), diikuti oleh Penajam Paser Utara 12,97 persen (yoy). Perkembangan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi dan permintaan pembiayaan yang tetap terjaga di berbagai wilayah utama di Kaltim,” ujarnya.

Baca Juga: HKG ke-54 Jadi Titik Awal Penguatan Keluarga, PKK Balikpapan Dorong Digitalisasi Produk UP2K

Berdasarkan data Bank Indonesia, outstanding kredit di Samarinda mencapai Rp43,48 triliun. Sementara itu, PPU mencatat penyaluran kredit sebesar Rp2,04 triliun.

Adapun Balikpapan masih menjadi daerah dengan nilai kredit terbesar di Kaltim, yakni mencapai Rp57,73 triliun dengan pertumbuhan 12,95 persen yoy.

Kinerja positif juga terlihat di sejumlah daerah lainnya. Kutai Timur menyalurkan kredit sebesar Rp22,47 triliun atau tumbuh 11,25 persen yoy. Berau mencatat outstanding kredit Rp31,91 triliun dengan pertumbuhan 7,38 persen yoy.

Selanjutnya, Bontang membukukan penyaluran kredit Rp8,10 triliun atau tumbuh 3,72 persen yoy. Kutai Kartanegara mencatat kredit Rp20,58 triliun dengan pertumbuhan 3,39 persen yoy, sedangkan Paser menyalurkan kredit Rp5,18 triliun atau naik 2,91 persen yoy.

Di sisi lain, masih terdapat daerah yang mengalami kontraksi penyaluran kredit. Kutai Barat mencatat outstanding kredit Rp12,63 triliun dengan pertumbuhan minus 4,09 persen yoy. Sementara itu, Mahakam Ulu membukukan kredit Rp1,30 triliun atau terkontraksi 35,86 persen yoy.

Menurut Jajang, perbedaan laju pertumbuhan kredit di masing-masing daerah tidak terlepas dari karakteristik perekonomian setiap wilayah.

Baca Juga: Resep Udang Goreng Tepung untuk Menu Keluarga, Gurih dan Praktis Dibuat, Cocok Jadi Camilan

“Perbedaan pola pertumbuhan tersebut mencerminkan dinamika ekonomi antarwilayah yang beragam sesuai dengan karakteristik dan struktur kegiatan ekonomi masing-masing daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
kredit perbankan Kaltim samarinda pertumbuhan kredit Bank Indonesia Kaltim Jajang Hermawan