KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kualitas kredit perbankan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur tetap berada pada level yang sehat pada triwulan I 2026. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang seluruhnya masih berada di bawah ambang batas aman 5 persen.
“Menunjukkan kondisi intermediasi perbankan yang stabil dan risiko kredit yang terkendali. Mahakam Ulu mencatatkan NPL terendah 0,05 persen, sementara NPL tertinggi tercatat di Penajam Paser Utara 3,24 persen,” papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Berdasarkan data Bank Indonesia, selain Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara, rasio NPL di Kutai Barat tercatat 0,36 persen, Kutai Timur 0,42 persen, Berau 0,55 persen, Bontang 0,61 persen, Kutai Kartanegara 1,30 persen, Balikpapan 1,39 persen, Samarinda 1,65 persen, dan Paser 2,17 persen.
Baca Juga: Isu Mal Lembuswana Tutup Memicu Penurunan Omzet Penyewa Kios, Pedagang Keluhkan Denda Sewa
Meski terdapat perbedaan tingkat NPL di masing-masing daerah, seluruhnya masih berada jauh di bawah batas aman sehingga mencerminkan kualitas kredit yang tetap terjaga.
“Secara keseluruhan, perkembangan spasial penyaluran kredit menunjukkan semakin luasnya jangkauan pembiayaan perbankan di Kaltim, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga dan mendukung pemerataan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” tambah Jajang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo