KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Berkurangnya arus barang impor yang masuk melalui pelabuhan Balikpapan turut dipengaruhi dinamika perdagangan internasional. Dimana, volume barang luar negeri yang dibongkar pada Mei 2026 tercatat sebanyak 541 ton. Jumlah tersebut turun 44,51 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 975 ton.
"Namun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, aktivitas bongkar barang luar negeri justru meningkat sangat tinggi, yakni mencapai 441 persen," kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Aktivitas perdagangan luar negeri melalui pelabuhan kata Marinda, memang cenderung berfluktuasi karena dipengaruhi jadwal kedatangan kapal, kebutuhan industri, serta volume impor pada setiap periode.
"Pada Mei 2026, volume barang luar negeri yang dibongkar melalui pelabuhan di Balikpapan mencapai 541 ton. Secara bulanan mengalami penurunan dibandingkan April 2026, namun secara tahunan masih menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan Mei tahun lalu," ujarnya.
Baca Juga: Kunjungan Kapal Menurun, Aktivitas Pelabuhan Balikpapan Masih Terjaga
Menurutnya, perubahan tersebut merupakan gambaran normal dalam aktivitas perdagangan internasional. Tidak setiap bulan terjadi volume impor yang sama karena sangat bergantung pada kebutuhan dunia usaha maupun proyek yang sedang berjalan.
Meski aktivitas bongkar barang luar negeri menurun, kunjungan kapal asing di Balikpapan relatif stabil. Pada Mei 2026 tercatat tiga kapal luar negeri bersandar di pelabuhan Balikpapan. Jumlah tersebut sama dengan bulan sebelumnya, sehingga tidak terjadi perubahan frekuensi kunjungan kapal internasional.
Stabilnya jumlah kapal asing menunjukkan penurunan volume barang lebih disebabkan oleh berkurangnya muatan yang dibawa, bukan karena menurunnya aktivitas pelayaran internasional menuju Balikpapan.
"Sebagai kota industri dan jasa, Balikpapan masih bergantung pada sejumlah komoditas impor, terutama bahan baku industri, mesin, peralatan konstruksi, hingga berbagai kebutuhan proyek pembangunan," ucapnya.
Baca Juga: Tanggapi Pengeroyokan Guru PJOK, Disdikbud Balikpapan Sebut Penanganan Harus Menyeluruh
Oleh karena itu, perubahan volume barang luar negeri menjadi salah satu indikator yang menggambarkan dinamika aktivitas ekonomi dan investasi di daerah.
Penurunan impor dalam jangka pendek belum tentu menjadi sinyal negatif. Dalam beberapa kondisi, dunia usaha dapat memanfaatkan stok barang yang telah tersedia sehingga kebutuhan impor pada bulan tertentu menjadi lebih rendah. "Selain itu, perubahan jadwal kedatangan kapal juga sering memengaruhi statistik bulanan," sebutnya.
Di sisi lain, peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan Mei tahun lalu menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan internasional Balikpapan secara umum masih lebih baik dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Hal ini mengindikasikan permintaan terhadap barang impor untuk mendukung kegiatan ekonomi masih tetap terjaga.
Marinda menjelaskan, data transportasi dan logistik perlu dibaca secara komprehensif bersama indikator lainnya, seperti aktivitas bongkar muat domestik, kunjungan kapal, hingga pergerakan penumpang.
"Kalau dilihat, aktivitas bongkar muat domestik justru mencatat pertumbuhan pada Mei 2026. Kondisi tersebut menunjukkan distribusi barang di dalam negeri masih menjadi penopang utama aktivitas logistik Balikpapan ketika arus perdagangan internasional sedang mengalami penyesuaian," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo