DPK Perbankan Kaltim Masih Terkontraksi, tapi Tanda-Tanda Pemulihan Mulai Terlihat

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:15 WIB
Berdasarkan struktur komponennya, DPK Kaltim masih didominasi tabungan dengan pangsa 48,76 persen. (ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)
Berdasarkan struktur komponennya, DPK Kaltim masih didominasi tabungan dengan pangsa 48,76 persen. (ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Kalimantan Timur mulai menunjukkan tren membaik pada triwulan I 2026. Meski masih mengalami kontraksi secara tahunan, laju penurunannya mulai melandai dibandingkan triwulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, DPK Kaltim tercatat sebesar Rp155,11 triliun atau terkontraksi 4,60 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut membaik dibandingkan triwulan IV 2025 yang masih mencatat kontraksi 5,89 persen (yoy). Sementara itu, DPK nasional tetap tumbuh stabil di kisaran 10 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Jajang Hermawan mengatakan, perbaikan tersebut didorong oleh menguatnya beberapa komponen utama penghimpunan dana masyarakat.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Usaha Tani Gunung Binjai Dievaluasi, Wawali Bagus Susetyo Temukan Sejumlah Catatan

"DPK Kaltim pada triwulan I 2026 menunjukkan perbaikan kinerja dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring penguatan pada beberapa komponen utama penghimpunan dana," ujarnya.

Menurut Jajang, komponen giro menjadi salah satu penopang utama perbaikan tersebut. Kontraksi giro menyusut signifikan dari 15,40 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 5,23 persen (yoy) pada triwulan I 2026.

"Perbaikan kinerja DPK di Kaltim terutama didorong oleh peningkatan pada komponen giro dan tabungan. DPK giro menunjukkan perbaikan signifikan dari kontraksi 15,40 persen menjadi 5,23 persen secara tahunan," katanya.

Selain giro, tabungan masyarakat juga tetap mencatat pertumbuhan positif. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan tabungan meningkat menjadi 2,22 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 2,10 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

"DPK tabungan tetap mencatat pertumbuhan positif yang meningkat dari 2,10 persen menjadi 2,22 persen secara tahunan. Hal ini mencerminkan aktivitas simpanan masyarakat masih terjaga," jelas Jajang.

Dari sisi struktur, DPK Kaltim masih didominasi tabungan dengan pangsa 48,76 persen. Posisi berikutnya ditempati giro sebesar 26,90 persen dan deposito 24,34 persen. Komposisi tersebut menunjukkan masyarakat masih cenderung memilih instrumen simpanan yang likuid untuk mendukung kebutuhan transaksi.

Baca Juga: JKN Permudah Ardania Jalani Pengobatan Rutin dan Ringankan Beban Biaya Kesehatan  

Sementara berdasarkan kelompok nasabah, penghimpunan DPK masih didominasi nasabah perseorangan dengan pangsa 58,03 persen. Disusul nasabah korporasi sebesar 33,18 persen dan pemerintah sebesar 6,18 persen.

Meski demikian, DPK dari nasabah perseorangan mengalami moderasi. Kontraksinya mencapai 2,51 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan triwulan IV 2025 yang terkontraksi 1,31 persen (yoy).

Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan penghimpunan dana perbankan di Kaltim mulai berlangsung secara bertahap. Perbaikan pada komponen giro dan pertumbuhan tabungan menjadi sinyal positif bagi sektor perbankan, meski tantangan menjaga pertumbuhan dana masyarakat masih perlu diantisipasi pada triwulan-triwulan berikutnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
perbankan Kaltim dana pihak ketiga Bank Indonesia Kaltim DPK Kaltim Jajang Hermawan