KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Perlambatan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan bagi industri otomotif nasional sepanjang 2026. Kondisi tersebut turut dirasakan pasar kendaraan di Kaltim dan Kaltara. Hingga pertengahan tahun penjualan masih menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, Suzuki melihat adanya pergeseran perilaku konsumen yang justru membuka peluang baru di segmen kendaraan penumpang, khususnya Sport Utility Vehicle (SUV). Pergeseran tersebut menjadi salah satu alasan Suzuki melakukan penyegaran pada New XL7 Hybrid sebagai strategi memperkuat posisi di pasar medium SUV.
Diungkapkan oleh Chief Operating Officer Suzuki Samekarindo Indah Kaltim dan Kaltara Dekriswan Zihono, secara umum kondisi ekonomi nasional masih memberi dampak terhadap penjualan kendaraan bermotor.
Baca Juga: Bawa Modal Podium di Buriram, 4 Pebalap Muda Astra Honda Bidik Poin di Sepang
"Kalau dibandingkan tahun lalu, penjualan otomotif secara nasional memang belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Di wilayah Kaltim sendiri pasar otomotif tahun ini masih turun sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Dekriswan.
Menurutnya, perlambatan tersebut tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga kehati-hatian masyarakat dalam melakukan pembelian barang bernilai besar, termasuk kendaraan.
Meski total pasar menurun, Dekriswan melihat perubahan komposisi permintaan kendaraan. Jika selama ini kendaraan niaga menjadi penyumbang terbesar penjualan Suzuki, tahun ini kendaraan penumpang mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.
Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun Suzuki dikenal sebagai pemain utama di segmen kendaraan komersial. Namun, tren pasar mulai berubah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap SUV yang menawarkan fungsi kendaraan keluarga sekaligus kendaraan harian.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Patuhi Putusan MK, Pemisahan Dana MBG Berlaku Paling Lambat 2028
"Kalau komposisi penjualan kami sekarang sekitar 50 persen masih berasal dari kendaraan komersial. Tetapi kontribusi SUV meningkat cukup signifikan menjadi sekitar 38 persen, sedangkan 12 persen berasal dari segmen lainnya," sebutnya.
Pertumbuhan itu didorong oleh sejumlah produk SUV Suzuki seperti Fronx, Grand Vitara Hybrid, hingga New XL7 Hybrid yang menyasar kebutuhan keluarga modern. Dekriswan menilai perubahan tren tersebut menjadi momentum penting bagi Suzuki untuk semakin agresif menggarap pasar kendaraan penumpang.
"Karena itu kami sangat fokus melakukan pembaruan di kelas medium SUV. Segmen ini terus berkembang dan menjadi salah satu yang paling potensial di Kaltim maupun Kaltara," kata Dekriswan. Ia menyebut pangsa pasar medium SUV di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan sehingga persaingan antarpabrikan juga semakin ketat.
Melalui penyegaran New XL7 Hybrid, Suzuki tidak hanya menghadirkan perubahan tampilan luar dan dalam kendaraan, tetapi juga meningkatkan nilai produk agar semakin kompetitif di tengah banyaknya pilihan SUV di pasar.
Menurut Dekriswan, strategi tersebut diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan Suzuki meski kondisi industri secara keseluruhan masih berada dalam tekanan. "Kami melihat potensi SUV masih sangat besar. Karena itu acara peluncuran New XL7 Hybrid menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat posisi di segmen ini," ujarnya.
Ia optimistis ketika kondisi ekonomi mulai membaik, permintaan kendaraan penumpang akan meningkat lebih cepat dibandingkan segmen lainnya sehingga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan penjualan Suzuki di Kalimantan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo