Investasi SBMA Mulai Berbuah, Pendapatan Naik dan Aset Tembus Rp249,4 Miliar

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:35 WIB
INVESTASI: Sejak 2023, SBMA mengambil langkah strategis dalam pengembangan kapasitas produksi melalui pengadaan aset tetap yang signifikan. Investasi ini mencakup pembelian air separation plant, tabung gas, serta tangki penyimpanan yang bertujuan memperkuat infrastruktur produksi.
INVESTASI: Sejak 2023, SBMA mengambil langkah strategis dalam pengembangan kapasitas produksi melalui pengadaan aset tetap yang signifikan. Investasi ini mencakup pembelian air separation plant, tabung gas, serta tangki penyimpanan yang bertujuan memperkuat infrastruktur produksi.

‎KALTIMPOST.ID, ‎BALIKPAPAN – Langkah PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) memperkuat infrastruktur produksi mulai menunjukkan hasil nyata. Setelah beberapa tahun menggelontorkan investasi pada aset strategis, Perseroan kini menikmati penguatan fondasi bisnis.

Ditandai dengan meningkatnya kapasitas operasional, bertambahnya aset tetap, serta pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun buku 2025.

‎Investasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk menjawab kebutuhan pasar gas industri yang terus meningkat, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.

‎"Pada 2023, Perseroan mengambil langkah strategis dalam pengembangan kapasitas produksi melalui pengadaan aset tetap yang signifikan. Investasi ini mencakup pembelian air separation plant, tabung gas, serta tangki penyimpanan yang bertujuan memperkuat infrastruktur produksi dan memastikan ketersediaan pasokan gas industri yang lebih andal," ungkap Direktur Operasional & Marketing SBMA Fran Budianto Gunawan.

Baca Juga: Pasar Otomotif Kaltim Turun 12 Persen, Suzuki Siapkan Jurus Baru Lewat SUV

‎Dia menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur produksi telah menjadi agenda strategis perusahaan sejak 2023. Investasi dilakukan melalui pengadaan air separation plant, tabung gas, tangki penyimpanan, serta berbagai aset penunjang lainnya yang dirancang untuk meningkatkan keandalan pasokan gas industri.

‎Menurutnya, investasi tersebut bukan sekadar menambah aset perusahaan, melainkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kapabilitas operasional dalam jangka panjang. Dengan dukungan fasilitas produksi yang lebih modern, Perseroan berharap mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi proses bisnis.

‎Tahapan investasi berlanjut pada 2024 ketika Perseroan mulai merealisasikan uang muka pembelian aset tetap yang telah direncanakan sebelumnya. Langkah tersebut menjadi fase penting dalam percepatan ekspansi kapasitas produksi dan penguatan infrastruktur operasional.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaya, SUV Keluarga Kini Dituntut Hemat BBM: Suzuki Andalkan XL7 Hybrid

‎Hingga akhir 2025, hasil investasi mulai terlihat secara nyata. SBMA mencatat total aset tetap bersih mencapai sekitar Rp 249,4 miliar, meningkat dibandingkan Rp 248,1 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh penambahan investasi pada tabung gas, kendaraan operasional, tanah, hingga aset dalam penyelesaian yang masih terus dikembangkan.

‎Selain aset tetap, Perseroan juga membukukan peningkatan signifikan pada pos uang muka pembelian aset tetap. Nilainya melonjak menjadi Rp 6,57 miliar dibandingkan hanya Rp 930 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa agenda ekspansi perusahaan masih terus berjalan dan akan berlanjut pada periode mendatang.

‎Investasi tersebut juga berkaitan dengan pengembangan lini usaha baru. Perseroan merealisasikan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk kegiatan usaha paving yang telah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada November 2025.

‎"Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha untuk memperluas peluang bisnis sekaligus memperkuat sumber pendapatan perusahaan di masa depan," ucapnya.

‎Meski perusahaan masih berada dalam fase investasi, kinerja operasional tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, pendapatan Perseroan meningkat 4,17 persen menjadi Rp 137,2 miliar dari Rp 131,7 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong meningkatnya penjualan produk liquid oksigen kepada PT Power Drillindo.

‎Kenaikan aktivitas usaha memang diikuti meningkatnya beban pokok penjualan sebesar 8,7 persen menjadi Rp 67,5 miliar. Selain itu, laba bersih setelah pajak tercatat Rp 11,8 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp 13,3 miliar pada tahun sebelumnya akibat meningkatnya beban administrasi yang berkaitan dengan aktivitas investasi perusahaan.

‎Namun demikian, kondisi fundamental perusahaan tetap menunjukkan tren yang sehat. Total penghasilan komprehensif meningkat signifikan menjadi sekitar Rp 3,1 miliar, sedangkan posisi ekuitas naik 4,9 persen menjadi Rp 239,08 miliar hingga akhir Desember 2025.

Baca Juga: Bawa Modal Podium di Buriram, 4 Pebalap Muda Astra Honda Bidik Poin di Sepang

‎Fran menegaskan bahwa strategi investasi yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun daya tahan perusahaan dalam menghadapi perkembangan industri gas nasional.

‎"Langkah ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam meningkatkan kapabilitas operasional serta menjaga keunggulan kompetitif jangka panjang," katanya.

‎Sejalan dengan investasi fisik, Perseroan juga terus memperkuat kualitas operasional melalui penerapan tiga strategi utama selama 2025. Ketiganya meliputi peningkatan efisiensi proses produksi, percepatan digitalisasi sistem operasional, serta penguatan aspek keselamatan kerja dan mutu produk.

Baca Juga: New Astra Daihatsu Sigra 2026 Meluncur di GIIAS, Terios Special Edition dan Gran Max Blind Van Baru, Ini Harga Lengkapnya

‎Optimalisasi proses produksi dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pengelolaan energi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional. Perseroan juga terus mengoptimalkan utilisasi kapasitas pabrik agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang tanpa mengurangi standar kualitas layanan.

‎Melalui kombinasi investasi aset, penguatan operasional, dan ekspansi usaha, SBMA menilai fondasi pertumbuhan perusahaan kini semakin kuat. "Infrastruktur produksi yang lebih modern diharapkan menjadi modal utama untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pangsa pasar, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang," tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
kinerja SBMA 2025 investasi SBMA pendapatan SBMA aset tetap SBMA PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk