Penumpang Turun, Logistik Justru Menguat; Ekonomi Balikpapan Dinilai Masih Tangguh

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:48 WIB
MOBILITAS: Total penumpang angkutan udara domestik di Bandara SAMS Sepinggan pada Mei 2026 mencapai 297.235 orang. Terdiri dari 131.356 penumpang berangkat dan 165.879 penumpang datang.
MOBILITAS: Total penumpang angkutan udara domestik di Bandara SAMS Sepinggan pada Mei 2026 mencapai 297.235 orang. Terdiri dari 131.356 penumpang berangkat dan 165.879 penumpang datang.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Perkembangan sektor transportasi di Kota Minyak pada Mei 2026 menunjukkan dua arah yang berbeda. Mobilitas masyarakat melalui jalur udara maupun laut mengalami perlambatan, sementara aktivitas distribusi barang masih mencatat pertumbuhan.

Kondisi ini menjadi gambaran bahwa pergerakan ekonomi Balikpapan masih ditopang sektor logistik meski lalu lintas penumpang sedang melemah.

Kepal Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama menuturkan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Mei 2026 mencapai 297.235 orang atau turun 10,28 persen dibandingkan April 2026. Dibandingkan Mei tahun lalu, penurunannya mencapai 16,28 persen.

Di sektor transportasi laut, perlambatan bahkan lebih terasa. Jumlah penumpang yang melalui Pelabuhan Semayang hanya mencapai 49.722 orang atau turun 56,88 persen dibandingkan April 2026. Secara tahunan, jumlah penumpang juga berkurang 22,83 persen.

Baca Juga: Tawarkan Efisiensi Bisnis Logistik, UD Trucks Luncurkan Quester 2026, Siap Pakai B50

Lebih lanjut Marinda berujar, perkembangan tersebut menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat pada Mei 2026. Menurutnya, setiap moda transportasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlu dianalisis secara menyeluruh.

"Perkembangan transportasi pada setiap periode dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebutuhan perjalanan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga pola distribusi barang. Oleh karena itu, indikator transportasi perlu dilihat secara komprehensif," kata Marinda.

Di tengah penurunan mobilitas penumpang, sektor logistik justru memperlihatkan ketahanan. Volume bongkar muat barang angkutan laut dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mencapai 216.223 ton pada Mei 2026 atau meningkat 5,32 persen dibandingkan April 2026.

Peningkatan tersebut didorong oleh aktivitas bongkar barang yang mencapai 185.687 ton atau naik 4,46 persen secara bulanan. Sementara volume barang yang dimuat tercatat 30.536 ton atau meningkat 10,88 persen dibandingkan April.

Baca Juga: Ekuitas SBMA Naik 4,9 Persen, Pendapatan Tembus Rp137,2 Miliar pada 2025

Menurut Marinda, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas distribusi barang masih berjalan baik meskipun mobilitas masyarakat mengalami perlambatan.

"Distribusi logistik masih menjadi penopang aktivitas ekonomi. Hal ini terlihat dari meningkatnya volume bongkar maupun muat barang dibandingkan bulan sebelumnya," lanjutnya.

Selain penumpang, aktivitas pelayaran juga mengalami sedikit penyesuaian. Selama Mei 2026 tercatat sebanyak 158 kapal mengunjungi Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Jumlah tersebut turun tipis 0,63 persen dibandingkan April.

Penurunan juga terjadi pada kapasitas kapal. Total Gross Register Tonnage (GRT) turun 8,68 persen menjadi 1.653.925 GRT, sedangkan Length Overall (LOA) kapal berkurang 7,08 persen menjadi 21.793 meter.

Meski demikian, penurunan jumlah kapal tidak serta-merta menunjukkan melemahnya aktivitas ekonomi. Sebab, volume distribusi barang masih meningkat sehingga kebutuhan logistik masyarakat dan dunia usaha tetap dapat terpenuhi.

Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur. Pergerakan penumpang maupun barang melalui kota ini tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat Balikpapan, tetapi juga menjadi jalur distribusi menuju berbagai kabupaten/kota di Kalimantan, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga: Investasi SBMA Mulai Berbuah, Pendapatan Naik dan Aset Tembus Rp249,4 Miliar

"Ketika jumlah penumpang menurun, sektor-sektor seperti perhotelan, restoran, transportasi darat hingga perdagangan berpotensi merasakan dampaknya. Sebaliknya, ketika aktivitas logistik tetap tumbuh, sektor industri, perdagangan besar, konstruksi, dan distribusi barang masih memiliki ruang untuk terus bergerak," tuturnya.

Di sektor internasional, dinamika juga menunjukkan perbedaan. Jumlah penumpang udara luar negeri yang berangkat melonjak dibandingkan April, sementara volume barang luar negeri yang dibongkar melalui pelabuhan justru turun menjadi 541 ton. Kondisi ini menunjukkan aktivitas perdagangan internasional masih bergerak fluktuatif mengikuti kebutuhan pasar dan jadwal distribusi.

"Perkembangan transportasi pada Mei 2026 memberikan gambaran bahwa perekonomian Balikpapan masih cukup resilien. Meskipun mobilitas masyarakat belum sepenuhnya pulih, aktivitas logistik mampu menjaga kelancaran rantai pasok barang," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
logistik Balikpapan transportasi Balikpapan Mei 2026 pelabuhan kariangau BPS Balikpapan pelabuhan semayang