KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di tengah meningkatnya tingkat hunian hotel secara keseluruhan, hotel berbintang tiga tampil sebagai segmen dengan performa paling kuat.
Adapun bila ditengok data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada kelompok ini mencapai 67,85 persen, jauh melampaui rata-rata okupansi hotel berbintang di Kota Beriman yang berada di angka 59,02 persen.
Hotel bintang tiga kini menjadi pilihan utama tamu dibandingkan kelas hotel lainnya. Di bawahnya, hotel bintang empat mencatatkan okupansi sebesar 56,76 persen, disusul hotel bintang lima sebesar 54,11 persen. Sementara hotel bintang satu dan dua memiliki tingkat hunian terendah, yakni 47,47 persen.
Baca Juga: Hadapi Tekanan Fiskal 2027, Andi Harun Ajak Kaltim Tinggalkan Belanja Boros
Melihat angka tersebut, Marinda Dama Prianto selaku Kepala BPS Balikpapan mengatakan, seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, kecuali hotel bintang lima yang justru mencatat penurunan apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Pada Juni 2026, hotel bintang tiga menjadi klasifikasi dengan Tingkat Penghunian Kamar tertinggi sebesar 67,85 persen, sedangkan hotel bintang satu dan dua menjadi yang terendah dengan 47,47 persen," kata Marinda.
Jika dibandingkan Mei 2026, hotel bintang satu dan dua mengalami kenaikan paling tinggi, yakni 6,73 poin dari 40,74 persen menjadi 47,47 persen. Hotel bintang lima juga mengalami peningkatan bulanan sebesar 3,55 poin, dari 50,56 persen menjadi 54,11 persen.
Baca Juga: BPS Kaltim Ajak Warga Terima Petugas Sensus, Data Akurat Jadi Kompas Pembangunan
"Hotel bintang tiga naik 2,79 poin dan hotel bintang empat bertambah 1,74 poin," sebutnya. Namun, bila dilihat secara tahunan, dinamika yang terjadi berbeda.
Hotel bintang lima menjadi satu-satunya kelompok yang mencatat penurunan dibandingkan Juni 2025, yakni turun 1,15 poin dari 55,26 persen menjadi 54,11 persen. Sebaliknya, hotel bintang satu dan dua mencatat peningkatan terbesar sebesar 8,10 poin, disusul hotel bintang tiga yang naik 5,93 poin dan hotel bintang empat sebesar 0,54 poin.
Dominasi hotel bintang tiga mencerminkan perubahan preferensi pasar yang semakin mengedepankan keseimbangan antara tarif dan fasilitas. Segmen ini umumnya menjadi pilihan pelaku perjalanan bisnis, peserta rapat, hingga wisatawan keluarga yang membutuhkan akomodasi dengan layanan lengkap namun tetap kompetitif dari sisi biaya.
"Perbedaan tingkat hunian antar klasifikasi merupakan gambaran karakteristik permintaan pasar," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo