KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Balikpapan tercatat menghabiskan waktu lebih lama di hotel dibandingkan wisatawan domestik.
Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang memberi nilai tambah bagi sektor perhotelan, karena semakin panjang masa tinggal tamu, semakin besar pula potensi belanja yang mengalir ke berbagai sektor ekonomi.
Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang selama Juni 2026 mencapai 2,87 hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 2,52 hari atau bertambah 0,35 hari. Secara tahunan, durasi tinggal wisatawan mancanegara juga naik 0,55 hari dibandingkan Juni 2025 yang tercatat 2,32 hari.
Sebaliknya, rata-rata lama menginap tamu nusantara masih berada di bawah dua hari. "Pada Juni 2026, wisatawan domestik menghabiskan rata-rata 1,84 hari di hotel berbintang. Meski demikian, angka tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan Mei 2026 sebesar 1,78 hari dan Juni 2025 yang berada di level 1,57 hari," jelas Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto.
Baca Juga: Tamu Hotel di Balikpapan Kini Menginap Lebih Lama, Peluang Belanja Wisatawan Ikut Meningkat
Marinda mengatakan peningkatan rata-rata lama menginap terjadi pada kedua kelompok tamu, baik wisatawan asing maupun domestik. Hal ini menunjukkan aktivitas perjalanan menuju Balikpapan semakin membaik.
"Rata-rata lama menginap tamu asing pada Juni 2026 mencapai 2,87 hari, sedangkan tamu nusantara sebesar 1,84 hari. Keduanya mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu," ujar Marinda.
Perbedaan durasi tinggal tersebut mencerminkan karakteristik perjalanan masing-masing kelompok wisatawan. Wisatawan asing umumnya memiliki agenda yang lebih panjang, baik untuk keperluan bisnis, investasi maupun kunjungan wisata. Sebaliknya, tamu domestik masih didominasi perjalanan dinas maupun perjalanan singkat antarkota.
"Dalam rentang satu tahun terakhir, lama menginap wisatawan asing sempat mencapai titik tertinggi pada Desember 2025 dengan rata-rata 3,12 hari," sebutnya.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Kaltim Mulai Melemah, Perlambatan Tambang Picu Efek Berantai ke Dunia Usaha
Sementara itu, wisatawan nusantara justru mencatatkan rekor tertinggi pada Juni 2026 dengan rata-rata 1,84 hari, menandakan adanya peningkatan aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke Balikpapan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo