Mitsubishi Fuso Ungkap Cara Pangkas Biaya Operasional Armada di GIIAS 2026

Agus Prayitno • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:50 WIB
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memperkenalkan ekosistem Next Generation Zero Down Time (ZDT) pada ajang GIIAS 2026 sebagai solusi layanan purnajual berbasis teknologi untuk membantu mengurangi downtime armada dan meningkatkan efisiensi operasional kendaraan niaga. (Foto: Istimewa)
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memperkenalkan ekosistem Next Generation Zero Down Time (ZDT) pada ajang GIIAS 2026 sebagai solusi layanan purnajual berbasis teknologi untuk membantu mengurangi downtime armada dan meningkatkan efisiensi operasional kendaraan niaga. (Foto: Istimewa)

KALTIMPOST.ID, Tangerang – Mitsubishi Fuso memperkenalkan solusi baru untuk membantu pelaku usaha menekan biaya operasional armada di GIIAS 2026. Perusahaan menghadirkan ekosistem Next Generation Zero Down Time (ZDT) yang menggabungkan teknologi digital dan layanan purnajual terpadu.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi pada sektor logistik dan bisnis. Bagi pelaku usaha, kendaraan yang berhenti beroperasi dapat berdampak langsung pada hilangnya peluang usaha dan pendapatan.

Melalui Next Generation Zero Down Time, Mitsubishi Fuso mengubah pendekatan layanan dari perbaikan setelah kerusakan menjadi pencegahan sejak dini. Sistem ini memanfaatkan Runner Telematics untuk memantau kondisi armada secara real time.

Teknologi tersebut mampu mendeteksi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi kerusakan serius. Dengan begitu, downtime dapat ditekan sekaligus membantu mengurangi Total Cost of Ownership (TCO) armada.

Baca Juga: Angin Monsun Australia Aktif, BMKG Peringatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla di Kalimantan Timur

Selain mengandalkan teknologi, Mitsubishi Fuso juga memperkuat layanan di lapangan. Perusahaan menempatkan dedicated on-site Advisor di lokasi operasional pelanggan fleet untuk mempercepat penanganan kendaraan.

KTB juga memperluas hub suku cadang regional agar distribusi spare part menjadi lebih cepat. Fitur Geofence Clock In & Clock Out turut diterapkan untuk memberikan transparansi durasi pengerjaan servis.

Dukungan layanan tersebut diperkuat dengan jaringan purnajual Mitsubishi Fuso di seluruh Indonesia. Saat ini tersedia 19 Bengkel 24 Jam Non-Stop, 135 Mobile Workshop Service, dan 22 Parts Depo untuk mendukung kebutuhan pelanggan.

Mitsubishi Fuso juga menawarkan program ASS Tailor-Made yang dirancang sesuai kebutuhan operasional masing-masing pelanggan. Program ini mencakup pengembangan bengkel konsumen hingga penerapan fuel cleaning system untuk mengantisipasi penggunaan B50.

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengatakan bahwa Zero Down Time kini menjadi standar baru layanan perusahaan. Menurutnya, kepastian operasional armada menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan bisnis pelanggan.

"Zero Down Time bukan sekadar slogan layanan purnajual, melainkan standar baru kepastian operasional yang kami berikan kepada konsumen. Dengan dukungan jaringan layanan terluas, tenaga ahli di lapangan, dan pemantauan telematika yang makin pintar, Mitsubishi Fuso siap terus menjadi Andalan Bisnis Sejati di era transformasi digital industri kendaraan niaga," kata Aji Jaya.

 

Pada tahun 2026, Mitsubishi Fuso juga meresmikan dua FUSO Service Center baru. Fasilitas ini ditempatkan di dekat area pertambangan dan perkebunan agar penanganan kendaraan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus membawa unit keluar dari lokasi operasional.

Baca Juga: Sebelum Beli Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro, Simak 7 Hal Penting yang Wajib Anda Ketahui

Melalui penguatan teknologi, jaringan layanan, dan dukungan teknis di lapangan, Mitsubishi Fuso menargetkan operasional armada pelanggan tetap berjalan optimal. Strategi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional kendaraan niaga.

Editor : Agus Prayitno
mitsubishi fuso