Sektor Tambang Masih Jadi Tulang Punggung, Ekspor Kaltim Tembus USD2,16 Miliar  

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:39 WIB
PENGGERAK: Sektor tambang masih jadi penggerak utama ekspor Kaltim, hingga Juni kontribusinya 68,94 persen terhadap ekspor. (IST)

 
PENGGERAK: Sektor tambang masih jadi penggerak utama ekspor Kaltim, hingga Juni kontribusinya 68,94 persen terhadap ekspor. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dominasi sektor pertambangan dalam perdagangan luar negeri Kalimantan Timur masih belum tergoyahkan. Pada Juni 2026, komoditas tambang kembali menjadi penopang utama lonjakan ekspor, meski sektor industri juga mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi secara bulanan.

Total nilai ekspor pada Juni 2026 mencapai USD2,16 miliar, meningkat 18,53 persen dibandingkan Mei 2026 yakni USD1,83 miliar. Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh membaiknya kinerja ekspor di sektor migas maupun nonmigas.

“Jika dirinci menurut sektor, kenaikan nilai ekspor total pada Juni 2026 disebabkan oleh naiknya nilai ekspor sektor migas 26,89 persen dan sektor nonmigas 17,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” bebernya.

Baca Juga: Ekspor Nonmigas Kaltim Naik 13,10 Persen, India dan Australia Catat Pertumbuhan Tertinggi

Di dalam kelompok nonmigas, komoditas hasil tambang tetap menjadi penyumbang terbesar. Nilai ekspornya meningkat dari USD1,36 miliar pada Mei menjadi USD1,43 miliar pada Juni atau tumbuh 5,11 persen.

Sementara itu, sektor industri justru mencatat akselerasi paling tinggi. Nilai ekspornya melonjak 72,10 persen, dari USD323 juta menjadi USD556 juta hanya dalam satu bulan. Berbeda dengan dua sektor tersebut, ekspor hasil pertanian turun 44 persen menjadi USD1,40 juta.

Secara tahunan, tren pertumbuhan juga masih terjaga. Dibandingkan Juni 2025, ekspor hasil tambang meningkat 44,67 persen, ekspor hasil industri naik 14,76 persen, sedangkan ekspor migas bertambah 25,38 persen. Adapun ekspor hasil pertanian mengalami penurunan 7,89 persen.

Mas’ud menuturkan, hingga semester pertama 2026, struktur ekspor masih didominasi komoditas hasil tambang. “Selama Januari hingga Juni 2026, komoditas hasil tambang memberikan kontribusi terbesar terhadap ekspor Kaltim, yakni 68,94 persen. Posisi berikutnya ditempati hasil industri 22,71 persen dan migas 8,26 persen,” ujarnya.

BPS mencatat, secara kumulatif sepanjang Januari-Juni 2026 nilai ekspor hasil tambang mencapai USD7,27 miliar, disusul hasil industri USD2,39 miliar, sementara ekspor migas mencapai USD870 juta. Capaian tersebut menegaskan sektor pertambangan masih menjadi penggerak utama perdagangan luar negeri Kaltim, meski sektor industri mulai menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. (*)

Editor : Sukri Sikki
BPS KALTIM Kalimantan Timur (Kaltim) ekspor pertambangan Masud Rifai