KALTIMPOST.ID, Tangerang – Wajah industri pengiriman barang di kawasan perkotaan Tanah Air kini resmi memasuki babak baru. Langkah ini ditandai dengan diserahkannya satu unit Fuso eCanter kepada PT Fastana Logistik Indonesia di GIIAS 2026.
Momen penting ini membuktikan bahwa era angkutan barang tanpa emisi bukan lagi sekadar wacana. Mitsubishi Fuso lewat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) kini memimpin transisi logistik hijau tersebut.
Langkah adopsi ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku industri logistik di Indonesia. Penggunaan armada listrik terbukti menjadi solusi paling masuk akal untuk menekan polusi di area padat penduduk.
Bukan Cuma Jual Unit, Ekosistem Dipastikan Siap Tempur
Menjual kendaraan komersial listrik jelas membutuhkan kesiapan purna jual yang jauh berbeda dibanding truk konvensional. KTB sangat memahami tantangan tersebut dengan menyiapkan infrastruktur pendukung yang matang sejak awal.
Baca Juga: 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Sidak Ritel dan Gelontorkan Beras Premium Rp74.500
Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, menegaskan bahwa kesiapan jaringan menjadi kunci utama. Pembeli armada listrik dijamin tidak akan dibiarkan berjuang sendirian di lapangan.
"Fuso eCanter menjadi pelopor truk listrik pertama di Indonesia sejak tahun 2024. Sejak itu, KTB memastikan ekosistem yang mendukung operasional mulai dari kesiapan EV mobile charger, hingga layanan purna jual untuk memberikan ketenangan konsumen dalam operasional kendaraan listrik,” tegas Aji Jaya.
Baca Juga: Ekspor Nonmigas Kaltim Naik 13,10 Persen, India dan Australia Catat Pertumbuhan Tertinggi
Tiga dealer resmi Mitsubishi Fuso di wilayah Jabodetabek bahkan sudah disulap menjadi hub khusus EV. Dealer-dealer ini dibekali perangkat diagnostik canggih bernama Xentry untuk memantau kesehatan baterai secara akurat.
Skenario darurat di jalanan juga telah diantisipasi dengan hadirnya fasilitas EV Mobile Charger berdaya 65 kWh. Semua infrastruktur ini disiagakan demi menjaga komitmen Zero Down Time bagi kelancaran bisnis konsumen.
Alasan Pengusaha Logistik Berani Beralih ke Armada Listrik
Bagi PT Fastana Logistik Indonesia, keberanian mengadopsi eCanter tidak didasari oleh gaya-gayaan semata. Pertimbangan matang soal efisiensi rute dan keandalan purna jual menjadi alasan di baliknya.
Mengoperasikan lebih dari 400 unit armada Fuso membuat Fastana sangat paham kualitas jaringan KTB. Rekam jejak layanan yang responsif selama bertahun-tahun memberi kepastian investasi bagi mereka.
Direktur PT Fastana Logistik Indonesia, Subagyo Raharjo, menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting perusahaan. Penggunaan eCanter difokuskan untuk mengoptimalkan rute pengiriman perkotaan yang terencana.
"Selama bertahun-tahun kami mempercayakan armada operasional kepada Mitsubishi Fuso karena keandalan kendaraan serta dukungan layanan purna jualnya. Melalui eCanter, kami optimistis dapat memulai langkah menuju operasional logistik yang lebih berkelanjutan," ujar Subagyo Raharjo.
Baca Juga: Real Madrid Raup Rp4 Triliun dari La Fabrica, Barcelona Pilih Promosikan La Masia
Langkah strategis ini sekaligus membuktikan bahwa target bisnis dan komitmen menjaga lingkungan bisa berjalan berdampingan. Fastana menjadi salah satu pelopor yang siap memanen efisiensi dari teknologi bersih ini.
Sentuhan Teknologi eAxle yang Memanjakan Pebisnis
Dapur pacu Fuso eCanter sendiri mengusung baterai ukuran M berkapasitas daya 83 kWh. Kombinasi ini sanggup menyuplai tenaga untuk menempuh jarak hingga 140 kilometer sekali pengisian.
Baca Juga: Komisi II DPR RI dan Kemendagri Gelar Rebranding Dukcapil di Balikpapan untuk Akurasi Bansos
Truk berbobot Gross Vehicle Weight (GVW) 6 ton ini dibekali torsi melimpah mencapai 430 Nm. Rancang bangun sasisnya yang rata memudahkan perusahaan karoseri saat merakit bentuk karoseri belakang.
Daya tarik utama truk ini terletak pada penyematan teknologi terintegrasi bernama eAxle. Sistem ini menggabungkan komponen gardan, gear, motor listrik, dan inverter dalam satu modul praktis.
Inovasi eAxle membuat komponen mekanis truk menjadi jauh lebih ringkas dan minim gesekan. Hasilnya, biaya perawatan berkala bisa ditekan secara signifikan dibanding truk bermesin diesel.
Serah terima unit di ajang GIIAS 2026 ini menjadi bukti nyata keseriusan KTB dan Fastana. Kolaborasi ini diprediksi akan mempercepat gelombang elektrifikasi kendaraan niaga di Tanah Air.
Editor : Agus Prayitno