Kredit Perbankan Tembus Rp9.081 Triliun, OJK sebut Kredit Investasi Penggerak Pertumbuhan

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:26 WIB
Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu.
Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kinerja intermediasi perbankan nasional terus menunjukkan penguatan di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit berhasil menembus Rp9.081 triliun atau tumbuh 12,67 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu mengatakan, hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juli 2026, stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga. Hal itu ditopang bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai serta profil risiko industri perbankan yang tetap terkendali.

"Kinerja intermediasi perbankan melanjutkan tren penguatan dengan profil risiko yang terjaga. Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 kembali terakselerasi menjadi 12,67 persen year-on-year(yoy) atau Rp9.081 triliun," ujarnya. Pertumbuhan kredit paling tinggi berasal dari Kredit Investasi yang melonjak 24,9 persen. Sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 8,94 persen dan Kredit Konsumsi naik 5,75 persen.

Dilihat dari kelompok debitur, kredit korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi 20,45 persen. Adapun kredit UMKM mulai melanjutkan tren positif dengan kenaikan 1,05 persen secara tahunan, lebih baik dibandingkan Mei 2026 yang hanya tumbuh 0,60 persen. Dari sisi kepemilikan bank, pertumbuhan kredit paling tinggi dibukukan bank-bank BUMN dengan kenaikan 16,54 persen.

Misran menambahkan, kualitas kredit juga semakin membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,09 persen dari sebelumnya 2,17 persen. NPL net turut terjaga di level 0,82 persen. Selain itu, Loan at Risk (LaR) menurun menjadi 8,47 persen, sementara profitabilitas industri perbankan meningkat dengan Return on Assets (ROA) 2,47 persen.

"Ketahanan permodalan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,70 persen," sambung Misran, Kamis (6/8). Di tengah peningkatan penyaluran kredit, likuiditas industri perbankan memang mengalami penurunan seiring pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibanding Dana Pihak Ketiga (DPK). Namun, menurut OJK, seluruh indikator likuiditas masih berada jauh di atas ambang batas yang ditetapkan regulator sehingga kondisi industri tetap aman. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
misran pasaribu kredit perbankan 2026 OJK Kaltim Kaltara