KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perekonomian Kalimantan Timur kembali menunjukkan tren positif pada Triwulan II-2026. Setelah sempat terkontraksi pada awal tahun, ekonomi Bumi Etam berhasil bangkit dengan mencatat pertumbuhan 3,35 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), pertumbuhan mencapai 2,62 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2026 mencapai Rp246,66 triliun. Adapun PDRB atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp152,92 triliun.
Kepala BPS Kalimantan Timur Mas’ud Rifai menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II-2026 menjadi sinyal perbaikan setelah ekonomi Kaltim mengalami kontraksi pada triwulan sebelumnya.
Baca Juga: Tanggapi Pesan Mendagri, Wawali Balikpapan: Kepala Daerah Harus Pahami Anggaran
“Ekonomi Kaltim Triwulan II-2026 dibandingkan dengan Triwulan I-2026 tumbuh 2,62 persen (q-to-q). Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2026 mengalami percepatan dari Triwulan I-2026 yang terkontraksi 3,69 persen,” ujarnya.
Mas’ud mengatakan, dari sisi lapangan usaha, sebagian besar sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Triwulan II-2026.
“Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 9,78 persen, Pengadaan Listrik dan Gas 6,25 persen, serta Industri Pengolahan 4,78 persen. Sementara itu, dua lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 2,34 persen serta Transportasi dan Pergudangan 2,45 persen,” jelasnya.
Meski demikian, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan II-2026. Sektor ini memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, disusul industri pengolahan serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.
Menurut Mas’ud, berdasarkan sumber pertumbuhan secara triwulanan, lapangan usaha pertambangan dan penggalian memberikan andil sebesar 1,40 persen. Industri pengolahan menyumbang 0,93 persen, sedangkan administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib berkontribusi 0,20 persen.
Secara tahunan, ekonomi Kalimantan Timur juga mencatat pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif.
“Secara year on year (yoy), kinerja ekonomi Kaltim Triwulan II-2026 dibandingkan dengan Triwulan II-2025 tumbuh 3,35 persen. Pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2026 didorong oleh capaian kinerja yang positif di seluruh lapangan usaha,” lanjutnya.
Baca Juga: Tanpa Penantang di Musda Golkar Samarinda, Andi Satya Buka Suara Soal Target Pemilu dan Isu Pilwali
BPS juga mencatat struktur ekonomi Kalimantan Timur belum mengalami perubahan signifikan. Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB dengan porsi 34,49 persen. Posisi berikutnya ditempati industri pengolahan 20,10 persen, konstruksi 11,28 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 9,31 persen, serta perdagangan besar dan eceran 7,87 persen.
Sementara itu, secara kumulatif pada Semester I-2026, ekonomi Kalimantan Timur tumbuh 3,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya aktivitas ekonomi di hampir seluruh lapangan usaha, meski sektor jasa keuangan dan asuransi masih mengalami kontraksi. (*)
Editor : Ery Supriyadi