SAMARINDA – Kebangkitan ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan II-2026 semakin ditopang sektor jasa. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan, mencerminkan meningkatnya aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat.
Secara keseluruhan, ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan II-2026 tumbuh 3,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif.
Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai mengatakan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi motor pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 13,79 persen.
"Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 13,79 persen, lalu Informasi dan Komunikasi tumbuh 12,62 persen serta Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh sebesar 11,51 persen. Begitu juga Pertambangan dan Penggalian sebagai salah satu lapangan usaha utama pembentuk perekonomian Kaltim juga tumbuh 1,43 persen," paparnya.
Menurut Mas'ud, capaian tersebut menunjukkan sektor jasa terus memperlihatkan daya tahan di tengah dominasi sektor ekstraktif yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kalimantan Timur.
Selain sektor akomodasi dan makan minum, aktivitas ekonomi berbasis digital juga terus berkembang. Hal itu tercermin dari pertumbuhan lapangan usaha informasi dan komunikasi yang masih mampu mencatatkan kenaikan dua digit.
Baca Juga: Ekonomi Kaltim Kembali Tumbuh, Bangkit Setelah Sempat Terkontraksi
Meski demikian, struktur ekonomi Kaltim masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 34,49 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Posisi berikutnya ditempati industri pengolahan sebesar 20,10 persen, konstruksi 11,28 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 9,31 persen, serta perdagangan besar dan eceran 7,87 persen.
Dari sisi andil terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor perdagangan justru menjadi kontributor terbesar.
"Lapangan usaha yang memberikan andil positif terbesar pada pertumbuhan ekonomi yaitu Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,74 persen. Kemudian diikuti oleh Pertambangan dan Penggalian 0,63 persen serta Industri Pengolahan 0,46 persen," jelasnya.
Kinerja positif tersebut juga berlanjut pada capaian semester pertama tahun ini. Secara kumulatif, ekonomi Kalimantan Timur Semester I-2026 tumbuh 3,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode tersebut, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum kembali menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 14,86 persen, disusul informasi dan komunikasi 13,24 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,21 persen.
"Ekonomi Kaltim Semester I-2026 dibandingkan dengan Semester I-2025 tumbuh 3,17 persen (c-to-c). Tiga lapangan usaha yang memiliki laju pertumbuhan tertinggi yaitu Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 14,86 persen, lalu Informasi dan Komunikasi 13,24 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 13,21 persen," pungkas Mas'ud.
Editor : Muhammad Ridhuan