Dibimbing Chef dari Hong Kong, Tulus Siap Angkat Cita Rasa Chinese Food Halal ke Kota Tepian

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:15 WIB
BERPENGALAMAN: Executive Chef Horison Hotel Samarinda, Tulus Eko Waluyo menekuni dunia kuliner dari usia belasan tahun di restoran milik orang tuanya di Surabaya yang mengusung masakan Chinese.
BERPENGALAMAN: Executive Chef Horison Hotel Samarinda, Tulus Eko Waluyo menekuni dunia kuliner dari usia belasan tahun di restoran milik orang tuanya di Surabaya yang mengusung masakan Chinese.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia kuliner menjadi modal Executive Chef Horison Hotel Samarinda, Tulus Eko Waluyo untuk menghadirkan warna baru bagi pencinta kuliner di Kota Tepian. Setelah malang melintang dari hotel berbintang lima hingga restoran ternama, ia kini membawa misi memperkenalkan Chinese food halal dengan sentuhan modern.

Selama 35 tahun berkarier, Tulus mengaku memulainya sejak usia belasan tahun. Saat masih duduk di bangku sekolah ia memilih langsung belajar di restoran milik orang tuanya di Surabaya yang mengusung masakan Chinese.

“Saya mulai belajar sejak umur 18 tahun. Tidak sekolah tata boga, tapi langsung praktik di restoran keluarga. Guru-guru saya semuanya koki dari Hong Kong,” ujarnya kepada Kaltim Post.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Baru Akhir Pekan Ini, Ceritanya Bikin Penasaran dari Drama hingga Horor

Di bawah bimbingan para sifu, Tulus awalnya mendalami teknik memanggang, mulai dari bebek Peking hingga ayam panggang khas Chinese. Setelah menguasai bidang tersebut, ia memperluas kemampuan ke dimsum, teknik memasak dengan wok, hingga berbagai hidangan Asia lainnya.

Perjalanan kariernya kemudian membawanya ke sejumlah hotel berbintang, termasuk Sheraton Media Hotel & Towers Jakarta. Di sana, ia mengaku mendapat pelajaran berharga bahwa menjadi koki tidak hanya soal mengolah makanan.

“Di hotel saya belajar manajemen, menghitung food cost, standar HACCP, sampai metode memasak. Awalnya sempat ingin menyerah karena ternyata yang dipelajari bukan hanya masak,” kenangnya.

Empat tahun di Sheraton menjadi titik balik kariernya. Setelah itu, Tulus berpindah ke sejumlah jaringan hotel seperti Aston, Shangri-La, Marriott, Alana, hingga enam tahun menjabat Executive Chinese Chef di Swiss-Belhotel Balikpapan.

Baca Juga: Stress Mulai Melanda? Lakukan 5 Aktivitas Self Care Ini Bisa Bantu Segarakan Pikiran

Selama bertugas di Swiss-Belhotel, ia juga dipercaya sebagai corporate chef untuk masakan Chinese. Tugasnya berkeliling ke berbagai hotel jaringan di Kalimantan, mulai dari Singkawang, Tarakan, Palangkaraya hingga Pangkalan Bun untuk membantu operasional dan pengembangan menu.

Tak hanya berkutat di dapur hotel, Tulus juga pernah menangani empat restoran sekaligus dengan konsep berbeda, mulai dari chinese food, korean food, hingga hidangan nusantara dan western.

Pengalaman panjang tersebut kini dibawanya ke Horison Hotel Samarinda. Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah memperkuat identitas chinese food halal dengan berbagai menu baru yang belum pernah ia sajikan di tempat lain. “Kami ingin menghadirkan chinese food yang lebih dekat dengan lidah masyarakat Indonesia,” katanya.

Selain itu, Tulus juga tengah menyiapkan aneka dimsum, onde-onde, bakpau telur asin dengan isian lumer, siomai khas Chinese, hingga mantau bertekstur renyah di luar namun lembut di dalam.

Ia juga mengembangkan mi sehat yang dibuat tanpa bahan pengawet. Pilihan mi terdiri dari mi wortel, buah naga, sawi, hingga mi original. Seluruh bahan diproduksi sendiri dengan kuah tanpa tambahan MSG. “Kalau mi tidak habis dalam tiga hari harus dibuang. Itu tandanya memang tanpa pengawet,” jelasnya.

Menurut Tulus, seluruh hidangan yang disajikan di Horison disiapkan menggunakan standar resep yang terukur, mulai dari takaran bumbu, berat bahan baku, hingga metode memasak. Standarisasi itu dilakukan untuk menjaga kualitas rasa tetap konsisten.

Baca Juga: Pengedar Sabu di Waru Dibekuk Satresnarkoba Polres PPU, 16 Paket Barang Bukti Diamankan

Ke depan, ia juga berencana menghadirkan paket chinese food untuk keluarga dengan konsep lengkap mulai dari hidangan pembuka, sup, menu utama hingga pencuci mulut, layaknya sajian perayaan Imlek.

Meski mengusung masakan Chinese, Tulus memastikan seluruh menu yang dihadirkan telah disesuaikan dengan standar halal. “Chinese food itu bisa dinikmati semua kalangan. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan rasa yang autentik tetapi tetap halal dan sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Chinese food halal Samarinda Chef Tulus Eko Waluyo Chinese food Samarinda kuliner samarinda Horison Hotel Samarinda