Kaltim Masih Jadi Lokomotif Ekonomi Kalimantan, Kontribusi Capai 46,70 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 08:57 WIB
Meski pertumbuhan ekonomi terendah di Pulau Kalimantan, Kaltim menyumbang 46,70 persen terhadap PDRB Kalimantan.
Meski pertumbuhan ekonomi terendah di Pulau Kalimantan, Kaltim menyumbang 46,70 persen terhadap PDRB Kalimantan.

 

KALTIMPOST,ID, SAMARINDA — Kalimantan Timur masih menjadi penopang utama perekonomian Pulau Kalimantan. Pada Triwulan II-2026, kontribusi Bumi Etam terhadap pembentukan nilai tambah regional mencapai 46,70 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, kontribusi tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan lima provinsi lain di Kalimantan. Meski demikian, dari sisi laju pertumbuhan ekonomi, Kaltim justru berada di posisi terakhir.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, secara umum perekonomian seluruh provinsi di Pulau Kalimantan tumbuh positif pada Triwulan II-2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Empat Polisi Mahulu Positif Narkoba, Kapolres Roni: Tak Ada Ampun

Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni 5,61 persen. Berikutnya Kalimantan Selatan 5,28 persen, Kalimantan Utara 4,96 persen, Kalimantan Tengah 3,53 persen, dan Kaltim 3,35 persen.

“Provinsi dengan pertumbuhan kinerja ekonomi tertinggi di Pulau Kalimantan adalah Kalimantan Barat dengan pertumbuhan 5,61 persen. Selanjutnya diikuti oleh Kalimantan Selatan 5,28 persen, lalu Kalimantan Utara 4,96 persen, Kalimantan Tengah 3,53 persen dan Kaltim 3,35 persen,” ujar Mas’ud.

Walaupun pertumbuhannya paling rendah, posisi Kaltim dalam struktur perekonomian regional tetap dominan. Kontribusinya hampir mencapai separuh total aktivitas ekonomi di Pulau Kalimantan.

“Jika dilihat dari struktur perekonomian Pulau Kalimantan Triwulan II-2026, terlihat bahwa perekonomian regional Kalimantan masih didominasi oleh Kaltim dengan peranan mencapai 46,70 persen,” lanjutnya.

Setelah Kaltim, kontribusi terbesar berasal dari Kalimantan Barat sebesar 17,06 persen, Kalimantan Selatan 15,94 persen, Kalimantan Tengah 12,25 persen, dan Kalimantan Utara 8,04 persen.

Tidak hanya secara tahunan, seluruh provinsi di Kalimantan juga mencatat pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Wabup Suhuk Dorong Mahulu Jadi Destinasi Wisata Memancing

Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi q-to-q tertinggi, yakni 7,69 persen. Kaltim berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 2,62 persen.

Selanjutnya, Kalimantan Utara tumbuh 2,53 persen, Kalimantan Tengah 2,25 persen, dan Kalimantan Barat 1,43 persen.

“Begitu juga secara q-to-q, semua provinsi di Pulau Kalimantan juga mengalami peningkatan kinerja ekonomi. Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu Kalimantan Selatan, kemudian diikuti Kaltim 2,62 persen, Kalimantan Utara 2,53 persen, Kalimantan Tengah 2,25 persen dan Kalimantan Barat 1,43 persen,” kata Mas’ud.

Secara keseluruhan, ekonomi Pulau Kalimantan pada Triwulan II-2026 tumbuh 4,10 persen secara tahunan.

Sementara itu, ekonomi Kaltim tumbuh 3,35 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp246,66 triliun.

Besarnya kontribusi Kaltim tidak terlepas dari struktur ekonominya. Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi salah satu penopang utama, disusul industri pengolahan serta konstruksi.

Struktur tersebut membuat Kaltim tetap menjadi penyumbang terbesar aktivitas ekonomi regional Kalimantan. Dengan kontribusi 46,70 persen, posisi Bumi Etam sebagai lokomotif perekonomian Kalimantan masih belum tergeser. (*)

Editor : Ery Supriyadi
BPS KALTIM Ekonomi Kalimantan Ekonomi Kaltim Pertumbuhan Ekonomi Kaltim PDRB Kaltim