IHSG Bangkit 10,51 Persen, Investor Asing Mulai Balik ke Pasar Saham  

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:03 WIB
PENGUATAN: Pada Juli 2026, IHSG menutup perdagangan di level 6.236,13 dan secara bulanan menguat 10,51 persen.

 
PENGUATAN: Pada Juli 2026, IHSG menutup perdagangan di level 6.236,13 dan secara bulanan menguat 10,51 persen.  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Setelah sempat tertekan cukup dalam, pasar saham domestik mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Juli 2026 menjadi momentum rebound, ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga dua digit sekaligus berbaliknya arus dana investor asing ke pasar saham Indonesia.

IHSG menutup perdagangan Juli di level 6.236,13. Secara bulanan, indeks menguat 10,51 persen. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif setelah pasar saham menghadapi tekanan sepanjang tahun, meski secara year to date (ytd) IHSG masih terkoreksi 27,88 persen.

Baca Juga: Perbup Bantuan Modal Rp 25 Juta Per UMKM Kutim Digodok, Target Terbit Agustus  

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu dalam hasip Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) menilai dinamika tersebut menunjukkan pasar modal domestik masih memiliki daya tahan di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda.

"Pergerakan pasar pada Juli menunjukkan adanya perbaikan sentimen. Ini juga terlihat dari mulai meredanya tekanan jual investor asing dan kondisi likuiditas pasar yang semakin membaik," kata Misran.

Baca Juga: IKA STMN-SMK 1 Balikpapan Cup 2026: Semangat Pemain Alumni Sepakbola  

Perubahan paling mencolok terlihat dari perilaku investor asing. Setelah mencatat net sell Rp19,63 triliun pada Juni, investor asing justru membukukan net buy Rp1,62 triliun sepanjang Juli.

Tak hanya aliran dana asing, kondisi likuiditas perdagangan juga menunjukkan perbaikan. Rata-rata bid-ask spread menyempit menjadi 1,33 persen dari 1,75 persen pada bulan sebelumnya. Penyempitan spread ini mengindikasikan pasar bergerak lebih efisien seiring pemulihan harga saham.

Meski demikian, aktivitas transaksi harian justru mengalami penurunan. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada Juli berada di angka Rp14,31 triliun, turun dari Rp22,23 triliun pada Juni.

"Investor tetap perlu mencermati perkembangan global karena faktor geopolitik dan persepsi risiko masih menjadi sumber volatilitas di pasar keuangan," bebernya.

Tekanan juga masih terlihat di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Juli berada di level 430,46, naik tipis 0,14 persen secara bulanan, tetapi masih terkoreksi 2,35 persen secara ytd. Sementara itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) secara rata-rata meningkat 6,15 basis poin secara bulanan.

Baca Juga: Kemarau Bikin Transportasi Sungai Lumpuh, BBM Warga Long Pahangai Mulai Dibatasi

Kendati demikian, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih SBN Rp6,39 triliun hingga 29 Juli 2026.

Di tengah pasar yang masih dinamis, industri pengelolaan investasi tetap menunjukkan kinerja positif. Nilai Asset Under Management (AUM) per 30 Juli 2026 mencapai Rp1.025,12 triliun, meningkat 2,08 persen secara month to date (mtd). (*)

Editor : Sukri Sikki
misran pasaribu ojk ihsg kaltim-kaltara pasar saham