KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan geliat positif. Pada Juni 2026, nilai ekspor yang melalui lima pelabuhan utama di Bumi Etam mencapai USD1,81 miliar, melonjak 22,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka USD1,47 miliar.
Di tengah penguatan tersebut, Pelabuhan Samarinda menempati posisi kedua sebagai pintu ekspor terbesar di Kaltim. Nilai ekspor yang melalui pelabuhan ini mencapai USD396,45 juta sepanjang Juni 2026, tumbuh 6,01 persen dibandingkan Mei yang tercatat USD373,99 juta.
Baca Juga: Lionel Messi Lepas Jenazah Ayahnya secara Privat di Rosario Argentina
Sementara posisi teratas masih ditempati Pelabuhan Balikpapan. Nilai ekspor melalui pelabuhan tersebut mencapai USD654,10 juta, meningkat tajam 45,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar USD449,78 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, lima pelabuhan utama memiliki kontribusi besar terhadap kinerja ekspor daerah. Terutama sepanjang Januari-Juni 2026.
“Selama periode Januari-Juni 2026, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total ekspor Kaltim,” ujarnya.
Baca Juga: Antrean Mengular! Roti O Perdana di Paser Langsung Banjir Pembeli
Selain Balikpapan dan Samarinda, sejumlah pelabuhan lain juga mencatat pertumbuhan positif. Pelabuhan Bontang mencatat lonjakan 47,11 persen menjadi USD270,35 juta. Kemudian Pelabuhan Tanjung Redeb tumbuh 9,14 persen menjadi USD225,07 juta.
Jika dihitung secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, Balikpapan tetap menjadi pelabuhan dengan kontribusi terbesar. Nilai ekspornya mencapai USD3,10 miliar atau 29,44 persen dari total ekspor Kaltim.
Samarinda berada di urutan berikutnya dengan nilai ekspor USD2,04 miliar atau memberikan kontribusi 19,31 persen. Sementara Pelabuhan Tanjung Bara menyumbang USD1,41 miliar atau 13,36 persen.
Baca Juga: Semangat 17-an Menggema, Alumni SMEA 1 Balikpapan Kembali Kompak dalam Beragam Lomba
Secara keseluruhan, nilai ekspor Kaltim pada Juni 2026 mencapai USD2,16 miliar. Angka tersebut tumbuh 18,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas perdagangan luar negeri Kaltim masih bertumpu pada sejumlah pelabuhan utama. Samarinda pun semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul penting arus komoditas ekspor dari Benua Etam.
Editor : Dwi Restu A