Produk Kaltim Tak Selalu Keluar Lewat Kaltim, BPS Ungkap Fenomena Ekspor Lintas Provinsi  

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 12:42 WIB
KOMODITAS: BPS Kaltim mulai melakukan pencatatan ekspor asli Kaltim yang kini dibedakan dengan ekspor berdasarkan pelabuhan muat.

 
KOMODITAS: BPS Kaltim mulai melakukan pencatatan ekspor asli Kaltim yang kini dibedakan dengan ekspor berdasarkan pelabuhan muat.  
  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Barangnya lahir di Kalimantan Timur, tetapi pintu keluarnya bisa saja berada di provinsi lain. Fenomena itu mulai terlihat dalam pencatatan ekspor asli Kaltim yang kini dibedakan dengan ekspor berdasarkan pelabuhan muat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, ekspor asli merupakan produk yang memang diciptakan di Kaltim. Namun, produk tersebut tidak selalu dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan yang berada di wilayah Kaltim.

Baca Juga: Debu Diduga dari Area Aktivitas Tambang, Pengguna Jalan Poros Sangatta–Bengalon Mengeluh

Pada Juni 2026, nilai ekspor asli Kaltim mencapai USD2,07 miliar, naik 19,31 persen dibandingkan Mei yang nilainya USD1,74 miliar. Dari jumlah tersebut, USD2,05 miliar diekspor melalui pelabuhan yang berada di Kaltim. Sementara ekspor produk asli Kaltim melalui pelabuhan di luar daerah mencapai USD23,96 juta.

Pengiriman tersebut terutama melalui Jawa Timur USD12,33 juta dan DKI Jakarta USD10,47 juta, disusul Kepulauan Riau USD680 ribu.

Menurut Mas’ud, kondisi tersebut dapat terjadi karena sejumlah produk dari Kaltim dikumpulkan terlebih dahulu oleh kolektor di provinsi lain sebelum diekspor. “Jadi dia mungkin kalau diekspor dari Kalimantan dari sisi jumlah mungkin belum memenuhi. Itu akhirnya dia digabungkan di provinsi lain,” bebernya, Senin (10/8).

Baca Juga: Ekspor Kaltim Menguat, Samarinda Jadi Pelabuhan Terbesar Kedua Capai USD396 Juta

Fenomena sebaliknya juga terjadi. Tidak semua barang yang keluar melalui pelabuhan Kaltim merupakan produk yang berasal dari Kaltim. Pada komoditas hasil tambang, misalnya, nilai ekspor melalui pelabuhan Kaltim mencapai sekitar USD1,43 miliar, sedangkan ekspor asli Kaltim berada di kisaran USD1,42 miliar.

“Artinya yang ekspor melalui Kaltimnya lebih tinggi kan? Berarti Kaltim dapat tambahan barang ekspor dari daerah lain,” sambung Mas’ud.

Ia menambahkan, perbandingan kedua data tersebut penting untuk membaca posisi Kaltim dalam rantai perdagangan. Sebab, daerah bukan hanya berperan sebagai penghasil komoditas, tetapi juga dapat menjadi pintu keluar produk dari wilayah lain.

“Dalam rantai ekonomi itu kalau kita sebagai hak ekspor, tentu berarti ekonomi kita itu lebih berpengaruh," tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
BPS KALTIM Kalimantan Timur (Kaltim) ekspor Masud Rifai