KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sektor industri menjadi kejutan terbesar dalam kinerja ekspor asli Kalimantan Timur pada Juni 2026. Nilainya melonjak hampir 70 persen hanya dalam sebulan, ikut mengerek total ekspor produk yang benar-benar berasal dari Kaltim hingga menembus USD2 miliar.
Ekspor asli Kaltim pada Juni mencapai USD2,07 miliar, naik 19,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya USD1,74 miliar.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, kenaikan tersebut tidak hanya datang dari sektor pertambangan. Industri justru mencatat pertumbuhan paling tinggi di antara komoditas nonmigas.
“Komoditas nonmigas yang mengalami kenaikan yaitu komoditas hasil industri 69,33 persen atau menjadi USD577,72 juta dan komoditas hasil tambang 6,69 persen atau menjadi USD1.422,45 juta,” bebernya.
Baca Juga: Sungai Mahakam Surut Buat Sembako Langka, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Buka Jalur Darat Mahulu
Dengan capaian tersebut, hasil industri menyumbang sekitar 24,73 persen terhadap total ekspor asli Kaltim sepanjang Januari-Juni 2026. Sementara hasil tambang masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 70,61 persen.
Kinerja industri juga menunjukkan penguatan jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu. Nilai ekspornya meningkat 15,80 persen. Sebaliknya, sektor pertanian yang porsinya masih kecil justru turun 25,54 persen secara bulanan menjadi USD3,44 juta.
Ekspor migas turut mengalami peningkatan. Nilainya naik 18,91 persen dari USD56,94 juta pada Mei menjadi USD67,71 juta pada Juni. Namun, secara kumulatif Januari-Juni, ekspor migas masih terkontraksi 53,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Bontang, Pemkot Panggil Seluruh SPPG dan Sekolah untuk Perketat Pengawasan
Mas’ud mengatakan, pencatatan ekspor asli memberikan gambaran berbeda dibandingkan sekadar melihat barang yang dikirim melalui pelabuhan Kaltim. Sebab, ada produk yang berasal dari Kaltim tetapi dikirim melalui pelabuhan di luar daerah.
“Kalau ekspor melalui Kaltimnya lebih rendah dibandingkan yang aslinya, berarti ada barang yang diekspor tidak melalui Kaltim,” jelasnya.
Secara kumulatif, ekspor asli Kaltim sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai USD10,13 miliar, tumbuh tipis 0,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan industri mulai memperkuat perannya di tengah dominasi sektor tambang dalam struktur ekspor daerah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo