KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kemampuan mengendalikan truk bukan satu-satunya ukuran seorang pengemudi profesional. Di balik perjalanan distribusi yang terlihat sederhana, ada serangkaian keputusan yang menentukan keselamatan, efisiensi bahan bakar, kondisi kendaraan hingga kelancaran operasional perusahaan.
Standar itulah yang kembali diuji dalam UD Trucks Extra Mile Challenge (EMC) 2026. Kompetisi yang digelar UD Trucks Indonesia tersebut tidak hanya mencari siapa pengemudi dengan kemampuan berkendara terbaik, tetapi juga menguji seberapa jauh seorang pengemudi memahami kendaraan dan menjalankan prosedur operasional secara disiplin.
"Delapan pengemudi terbaik dari seluruh Indonesia berhasil mencapai babak final setelah melewati proses seleksi dan kualifikasi. Mereka kemudian dihadapkan pada sejumlah aspek penilaian yang mencakup pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan atau pre-inspection, keselamatan berkendara, efisiensi bahan bakar hingga penanganan kendaraan sesuai standar operasional," beber Vice President Director UD Trucks Indonesia Handi Lim, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Perwali Jam Edar Bakal Diterbitkan, "Raksasa Jalanan" yang Melanggar Diancam Denda Rp 5 Juta
Rangkaian pengujian tersebut memperlihatkan bahwa profesi pengemudi kendaraan niaga kini menuntut kemampuan yang jauh lebih luas dibanding sekadar membawa kendaraan dari satu titik ke titik lainnya.
Pengemudi dituntut mampu mengenali kondisi kendaraan sebelum berangkat, mengambil keputusan secara aman selama perjalanan, sekaligus menjaga pola berkendara agar penggunaan bahan bakar tetap efisien. Setiap aspek tersebut berkaitan langsung dengan biaya operasional dan keselamatan dalam aktivitas logistik.
Handi mengatakan, posisi pengemudi menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas operasional transportasi. “Kami percaya pengemudi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan operasional yang aman, efisien dan produktif. Melalui kompetisi ini, kami ingin mendorong para pengemudi untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi mereka sebagai garda terdepan operasional logistik di Indonesia,” kata Handi.
Menurut dia, Extra Mile Challenge menjadi salah satu cara perusahaan mendorong peningkatan kompetensi sekaligus memberikan penghargaan kepada para pengemudi yang selama ini menjadi bagian penting dari rantai operasional logistik.
Baca Juga: Sungai Mahakam Surut Buat Sembako Langka, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Buka Jalur Darat Mahulu
Kompetisi tersebut juga memberi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai keselamatan berkendara dan efisiensi operasional. Pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada arena kompetisi, melainkan diharapkan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Chief Executive Astra UD Trucks Bambang Widjanarko menilai investasi terhadap sumber daya manusia memiliki nilai yang sama pentingnya dengan penyediaan kendaraan yang andal. “Di Astra UD Trucks, kami percaya bahwa menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan tidak hanya diwujudkan melalui kendaraan yang andal, tetapi melalui investasi pada sumber daya manusia. Pengemudi merupakan bagian penting dari keberhasilan operasional pelanggan,” ujarnya.
Ia mengatakan peningkatan kompetensi pengemudi juga berkaitan dengan upaya memperkuat budaya keselamatan dan profesionalisme. Dengan pengemudi yang memiliki kemampuan lebih baik, perusahaan berharap produktivitas pelanggan dapat meningkat sekaligus mendorong budaya keamanan dan keselamatan berlalu lintas.
Pada EMC 2026, Crisanto De Sousa Sanches dari PT BSA Logistics Indonesia keluar sebagai juara. Kemenangan tersebut sekaligus membuka langkah berikutnya bagi Crisanto karena ia akan membawa nama Indonesia dalam UD Trucks Extra Mile Challenge Global di Jepang.
Crisanto mengatakan kemenangan itu bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga pengalaman yang memperkaya pemahamannya sebagai pengemudi.
“Saya merasa bangga dan bersyukur atas kesempatan dan pencapaian ini. Extra Mile Challenge memberikan pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya menguji keterampilan mengemudi, tetapi juga memperkuat pemahaman saya mengenai keselamatan, efisiensi, dan profesionalisme dalam bekerja,” kata Crisanto.
Baca Juga: Hasil Investigasi Keracunan MBG Bontang, Bakteri Patogen Ditemukan pada Ayam Serundeng dan Gulai
Ia pun mulai mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat global yang mempertemukan para juara dari berbagai negara. Selain Crisanto, kompetisi tersebut memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah peserta.
Darto dari PT Alam Widjaja Trans mendapatkan predikat Best Driving Skill, Umar Yahya dari PT Surya Mitra Tirta Kencana meraih Best Fuel Efficient, sedangkan Ferandi Gurun Zevia dari PT Cakraindo Mitra Internasional memperoleh penghargaan Best Daily Inspection.
Pembagian penghargaan berdasarkan kemampuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi pengemudi memiliki banyak dimensi. Ada yang unggul dalam penguasaan kendaraan, ada yang mampu menerapkan teknik berkendara hemat bahan bakar, dan ada pula yang memiliki ketelitian dalam pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan.
Bagi industri transportasi, kemampuan-kemampuan tersebut memiliki konsekuensi langsung terhadap operasional. Pemeriksaan kendaraan dapat membantu menemukan potensi masalah sebelum kendaraan berjalan, teknik berkendara yang tepat berhubungan dengan efisiensi, sementara kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam menekan risiko di jalan.
Baca Juga: Bolos 10 Hari Beruntun Terancam Dipecat! BKD Kaltim Beber Data Pelanggaran PNS dan PPPK
Melalui EMC 2026, UD Trucks Indonesia dan Astra UD Trucks kembali menempatkan pengemudi sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.
"Filosofi Going the Extra Mile pun tidak hanya diterjemahkan melalui kendaraan dan teknologi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas orang-orang yang mengoperasikannya. Sebab, kendaraan sebaik apa pun tetap membutuhkan pengemudi yang mampu mengambil keputusan tepat di setiap perjalanan," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo