KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Ongkos mobilitas warga menjadi salah satu sumber tekanan terbesar terhadap inflasi Balikpapan. Bahkan, kelompok transportasi mengalami inflasi hingga 14,48 persen pada Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama, jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi umum Balikpapan yang berada di level 3,06 persen.
Marinda berujar, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan. Dari inflasi kelompok tersebut, andil yang diberikan terhadap inflasi umum mencapai 1,94 persen.
“Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 14,48 persen secara year-on-year dan memberikan andil sebesar 1,94 persen terhadap inflasi Juli 2026,” sebutnya.
Baca Juga: Perwali Jam Edar Bakal Diterbitkan, "Raksasa Jalanan" yang Melanggar Diancam Denda Rp 5 Juta
Besarnya tekanan dari sektor transportasi terlihat dari sejumlah komoditas yang tercatat memberikan sumbangan inflasi. Bensin menjadi salah satu komoditas dominan, disusul angkutan udara, pelumas atau oli mesin, pemeliharaan atau service kendaraan, serta sepeda motor.
Angkutan udara menjadi perhatian tersendiri karena pergerakannya ikut memengaruhi biaya perjalanan masyarakat. Bagi Balikpapan yang memiliki mobilitas tinggi sebagai kota jasa dan pintu gerbang aktivitas ekonomi Kaltim, perubahan tarif transportasi dapat dengan cepat masuk ke pengeluaran rumah tangga.
"Tidak hanya biaya perjalanan, biaya pemeliharaan kendaraan juga ikut memberi tekanan. Komponen pelumas atau oli mesin dan jasa pemeliharaan kendaraan tercatat sebagai komoditas yang memberikan sumbangan terhadap inflasi tahunan," jelas Marinda.
Tekanan transportasi bahkan masih terasa dalam pergerakan harga secara bulanan. Pada Juli 2026, kelompok transportasi mengalami inflasi 2,13 persen dibandingkan Juni 2026. Andilnya terhadap inflasi bulanan tercatat 0,31 persen.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Bontang, Pemkot Panggil Seluruh SPPG dan Sekolah untuk Perketat Pengawasan
“Secara month-to-month, kelompok transportasi juga mengalami kenaikan indeks. Pada Juli tercatat sebesar 2,13 persen dan memberikan andil 0,31 persen,” ujar Marinda.
Secara keseluruhan, inflasi bulanan Balikpapan pada Juli 2026 tercatat 0,25 persen. Artinya, tekanan dari transportasi menjadi salah satu faktor yang cukup kuat di tengah kenaikan harga secara umum yang relatif terbatas dalam satu bulan.
Selain bensin dan angkutan udara, sejumlah komoditas lain juga menjadi penyumbang inflasi bulanan, seperti pelumas atau oli mesin, sepeda motor dan tarif kendaraan roda dua online.
"Sektor transportasi, pergerakan harga energi, biaya perjalanan, hingga kebutuhan perawatan kendaraan menjadi faktor yang dominan memengaruhi inflasi kota saat ini," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo