Minyak Mentah Bikin Impor Kaltim Meroket, Naik 283 Persen dalam Sebulan

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:53 WIB
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.

 
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas impor Kalimantan Timur melonjak tajam pada Juni 2026. Nilainya hampir empat kali lipat hanya dalam sebulan, dengan minyak mentah menjadi komoditas yang paling kuat mendorong lonjakan tersebut.

Nilai impor Juni mencapai USD1,19 miliar, naik 283,12 persen dibandingkan Mei yang hanya USD310,68 juta. Kenaikan tersebut terutama dipicu impor migas yang meroket 366,01 persen menjadi USD1,12 miliar. Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, lonjakan impor migas terjadi pada seluruh kelompok komoditas utama, dengan minyak mentah mencatat peningkatan paling besar.

Baca Juga: Optimalkan Validasi Data AK-1 Pencaker Melalui Laporan Balik, yang Belum Bekerja Jadi Prioritas

Impor minyak mentah menjadi penyumbang terbesar. Nilainya melonjak dari USD77,80 juta pada Mei menjadi USD985,71 juta pada Juni, atau meningkat 1.166,98 persen dalam sebulan. Sementara impor hasil minyak justru turun 29,11 persen menjadi USD92,06 juta. Impor gas alam naik 35,43 persen menjadi USD45,07 juta.

Lonjakan tersebut membuat kinerja impor Kaltim secara tahunan ikut terkerek. Dibandingkan Juni 2025, total impor meningkat 229,98 persen. Impor migas bahkan melesat 380,63 persen, sementara impor nonmigas justru turun 46,94 persen menjadi USD67,43 juta.

"Secara kumulatif Januari-Juni 2026, impor Kaltim mencapai USD3,96 miliar, naik 65,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," beber Mas'ud.

Komposisinya didominasi migas dengan nilai USD3,52 miliar atau berkontribusi 89 persen terhadap total impor. Dari kelompok migas tersebut, minyak mentah menjadi komoditas paling dominan. Nilai impornya sepanjang semester pertama mencapai USD2,74 miliar, menyumbang 69,34 persen dari total impor Kaltim. (*)

Editor : Sukri Sikki
BPS KALTIM Kalimantan Timur (Kaltim) impor Masud Rifai