Cadangan Emas Indonesia 3.600 Ton, RI Masuk 4 Besar Dunia tapi Produksinya Cuma Segini

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:38 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Indonesia masuk jajaran negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan posisi Indonesia berada di peringkat keempat global, meski produksi emas nasional masih tertinggal dari sejumlah negara produsen utama.

Berdasarkan data US Geological Survey (USGS) dalam Mineral Commodity Summaries 2026, cadangan emas Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 3.600 ton.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi keempat negara dengan cadangan emas terbesar dunia. Indonesia berada di bawah Australia yang memiliki sekitar 13.000 ton, Rusia 12.000 ton, dan Afrika Selatan sebanyak 5.000 ton.

Baca Juga: Pengumuman! Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit Otomatis, Tak Perlu Bolak-balik Urus Dokumen

Setelah Indonesia, China dan Kanada masing-masing tercatat memiliki cadangan emas sekitar 3.200 ton. Berikutnya Amerika Serikat dengan 3.000 ton, Kazakhstan 2.300 ton, serta Peru dan Uzbekistan masing-masing 2.200 ton.

Secara keseluruhan, cadangan emas dunia pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 66.000 ton.

Produksi Belum Sebanding dengan Cadangan

Besarnya cadangan emas Indonesia belum otomatis membuat produksi nasional berada di posisi teratas dunia.

USGS mencatat produksi tambang emas Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 90 ton. Angka itu turun dari produksi 2024 yang berada di kisaran 94 ton.

Posisi Indonesia masih berada di bawah negara-negara produsen emas utama. China tercatat sebagai produsen terbesar dengan sekitar 380 ton, diikuti Rusia 310 ton, Australia 280 ton, Kanada 200 ton, dan Amerika Serikat 160 ton.

Produksi tambang emas dunia pada 2025 sendiri diperkirakan mencapai 3.300 ton, sedikit meningkat dibandingkan 3.280 ton pada 2024.

Ada 112 Izin Pertambangan Emas

Chairman Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif sebelumnya menyebut Indonesia memiliki 112 izin pertambangan emas, baik berupa Izin Usaha Pertambangan (IUP), IUP Khusus (IUPK), Kontrak Karya (KK), maupun Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Baca Juga: Yaqut Didakwa Siapkan Rp17,8 Miliar untuk Pansus Haji DPR, KPK Ungkap Tujuannya

Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 izin atau sekitar 71 persen telah mempunyai data sumber daya dan cadangan. Sementara 32 izin lainnya belum memiliki data tersebut.

Aktivitas pertambangan emas juga tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Irwandy mencatat produksi emas dari perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia pada 2024 berada di kisaran 160 ton.

Editor : Uways Alqadrie
cadangan emas Indonesia produksi emas Indonesia US Geological Survey Mineral Commodity Summaries 2026 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI