KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembiayaan syariah di Kalimantan Timur menunjukkan kinerja positif pada Triwulan I-2026. Nilai penyalurannya mencapai belasan triliun rupiah dengan pertumbuhan dua digit secara tahunan.
Berdasarkan data Bank Indonesia, total pembiayaan syariah di Kaltim mencapai Rp18,34 triliun atau tumbuh 18,03 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan I 2026. "Secara spasial, kinerja pembiayaan syariah di Kaltim menunjukkan pertumbuhan yang positif dan semakin merata di sebagian besar kabupaten/kota," beber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang masih terjaga. Rasio Non Performing Financing (NPF) pada pembiayaan syariah di seluruh kabupaten/kota Kaltim berada di bawah ambang batas 5 persen.
Baca Juga: DPK Syariah Kaltim Tumbuh 0,26 Persen, Porsi Tembus 8,70 Persen
Kondisi tersebut menunjukkan ekspansi pembiayaan belum diikuti risiko pembiayaan yang berlebihan. Meskipun terdapat penyesuaian NPF di sejumlah wilayah dibandingkan triwulan sebelumnya, secara umum kualitas pembiayaan masih berada dalam kondisi terkendali.
"Sejalan dengan peningkatan tersebut, kualitas pembiayaan syariah secara spasial tetap terjaga pada level yang sehat," ujar Jajang. Bahkan, terdapat wilayah yang mencatat NPF pada level sangat rendah. Mahakam Ulu mencatat NPF 0,00 persen, menjadi rasio terendah di antara seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Dengan pertumbuhan yang mencapai 18,03 persen dan risiko pembiayaan yang tetap terkendali, kinerja pembiayaan syariah menjadi bagian dari penguatan intermediasi keuangan syariah di Kaltim. (riz)
Editor : Muhammad Rizki