KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas pembiayaan dunia usaha di Kalimantan Timur semakin bergairah pada awal 2026. Penyaluran kredit kepada korporasi tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya, dengan nilai pembiayaan menembus ratusan triliun rupiah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, kredit korporasi pada Triwulan I-2026 tumbuh 12,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan itu melonjak dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 2,68 persen (yoy).
Nominal kredit korporasi mencapai Rp135.552,82 miliar atau sekitar Rp135,55 triliun. Angka tersebut merupakan bagian terbesar dari total kredit perbankan Kaltim yang mencapai Rp205.409,71 miliar atau Rp205,41 triliun.
Baca Juga: APBD Paser 2026 Berubah, DPRD Soroti Pendidikan, Kesehatan hingga Kondisi Kas Daerah
"Penyaluran kredit korporasi di Kaltim menunjukkan peningkatan yang kuat pada Triwulan I-2026, sejalan dengan penguatan kinerja kredit pada sejumlah sektor utama perekonomian daerah," kata Jajang kepada Kaltim Post.
Penguatan tersebut terutama mencerminkan meningkatnya aktivitas pembiayaan pada sektor-sektor utama. Pertambangan menjadi salah satu sektor yang mendorong perkembangan kredit korporasi.
Kebutuhan pembiayaan pada sektor tersebut berkaitan dengan dukungan modal kerja dan operasional untuk menjaga keberlanjutan kegiatan usaha di tengah dinamika industri.
Di sisi risiko, peningkatan penyaluran kredit tidak diikuti lonjakan kredit bermasalah. Rasio Non-Performing Loan (NPL) kredit korporasi tercatat 0,91 persen, masih jauh di bawah ambang batas 5 persen.
Baca Juga: Jangan Asal Parkir di Samarinda! Mulai Diderek, Dendanya Rp3 Juta
"Dari sisi kualitas, kinerja kredit korporasi tetap terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat rendah sebesar 0,91 persen, yang menunjukkan bahwa fungsi intermediasi perbankan pada segmen korporasi tetap berjalan secara sehat dan terkendali," ujar Jajang.
Kinerja tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan pada segmen korporasi masih berjalan dengan baik. Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi sekaligus menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan pembiayaan dunia usaha di Kaltim. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo